Aceh Impor Garam di Juli 223.685 Dolar

Petani garam di Pamekasan Madura beberapa waktu lalu.(KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN)

Banda Aceh - Provinsi Aceh masih terus mengimpor garam walau memiliki garis pantai yang cukup panjang, dan hingga di Juli 2018 sebesar 223.685 dolar AS untuk mencukupi kebutuhan lokal selama tahun ini.

"Di bulan Juni 2018, kita (Aceh) nihil impor garam. Tapi di Juli tercatat senilai 223.685 dolar AS dari Singapura," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Jumat.

Ia melanjutkan total kelompok komoditi non minyak dan gas bumi dengan Nomor 25, yakni kelompok garam, belerang, dan kapur selama tujuh bulan terakhir tahun 2018 tercatat sudah didatangkan dengan nilai 870.783 dolar AS.

Jumlah mata uang dolar AS ini meningkat sekitar 0,72 persen, jika dibandingkan dengan impor garam di?periode Januari hingga Juli tahun 2017 tercatat senilai 864.600 dolar AS.

Impor kelompok komoditi tersebut juga telah menyumbang sekitar 17,66 persen dari total nilai impor ke Provinsi Aceh sampai Juli dengan nilai 4,93 juta dolar AS.

"Bahan kimia organik merupakan impor terbesar dari Singapura, karena menyumbang 47,03 persen dari total nilai impor tercatat dengan nilai sebesar?2,31 juta dolar AS," tutur Wahyudin.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di tahun 2017 pernah?mengaku, provinsi tersebut memiliki panjang garis pantai mencapai 2.666 kilometer.

Ini, lanjutnya, merupakan salah satu potensi para petani?untuk digarap, dan dijadikan produsen garam terbesar di Sumatera.

"Hal ini wajar, mengingat Aceh memiliki luas kawasan laut mencapai 295 ribu kilometer per segi dengan panjang garis pantai mencapai 2.666 kilometer," ujar Irwandi.

Komentar

Loading...