BI Lhokseumawe Bina Kelompok Pengrajin Ikan Asin

Ikan asin kapas (Dokumen Pasar Induk)

Lhokseumawe - Untuk menumbuhkembangkan sektor ekonomi masyarakat pesisir, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe, Provinsi Aceh, membina kelompok usaha pengrajin ikan asin dikawasan Pantai Pusong, Lhokseumawe.

Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal, Jumat mengatakan, untuk mendorong berkembangnya ekonomi masyarakat pesisir dan juga sebagai upaya menyeimbangkan pengendalian inflasi akibat komoditas perikanan, pihaknya membina kelompok usaha masyarakat di bidang perikanan.

" Seperti yang kami lakukan terhadap kelompok penggaraman ikan `Marta` di Pusong Baru Baro, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, dengan melakukan pembinaan agar kelompok usaha masyarakat tersebut dapat lebih berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat pesisir, ungkap Yufrizal.

Lanjutnya, kelompok usaha pengrajin ikan asin yang dibina oleh pihak BI Lhokseumawe tersebut, semua anggotanya terdiri atas kaum wanita. Sehingga diharapkan dengan adanya pembinaan dimakud, selain memberdayakan kaum wanita juga berdampak terhadap ekonomi keluarga.

Jenis pembinaan yang diberikan kepada kelompok pengrajin ikan asin tersebut antara lain, pelatihan manajemen kelembagaan kelompok dan pencatatan keuangan, yang disampaikan oleh pemateri yang ahli dibidangnya.

Selain itu, melalui Program Sosial Bank Indonesia, KPw BI Lhokseumawe juga menyerahkan langsung bantuan alat kerja berupa Ancak (wadah pengeringan ikan), kuali, timbangan, sendok goreng, saringan goreng, tempat cuci ikan, keranjang, garam dan kayu.

" Dengan adanya program ini, diharapkan ke depan kelompok perajin ikan asin ini menjadi pilot projek keberhasilan bagi kelompok-kelompok usaha yang sama, yang ada pesisir, sehingga berdampak terhadap ekonomi kelompok dan ekonomi keluarga,? jelas Kepala KPw BI Lhokseumawe tersebut.

Majunya industri pengolahan perikanan diharapkan berdampak baik terhadap keseimbangan angka inflasi di Kota Lhokseumawe, karena komoditas ikan dominan memberi andil inflasi di kota Lhokseumawe dan sekitarnya, pungkas Yufrizal.

Komentar

Loading...