Strategi Prabowo Yang Dirumuskan di Rumah SBY ‘Sang Godfather’

Foto: dok Istimewa

ACEHBISNIS.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kompak memakai kemeja lengan panjang bernuansa biru. Mereka di ambang pintu rumah, menyambut kedatangan Ketua Umum Gerindra sekaligus Bakal Calon Presiden 2019 Prabowo Subianto dan wakilnya Sandiaga Uno.

Prabowo dan Sandi terpantau tiba di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 19.38 WIB. Keduanya datang bersamaan dengan mobil Lexus B-1710-PSD milik Prabowo. Terlihat mereka berempat berjabat tangan, berpelukan dan saling lempar senyuman.

Pertemuan tertutup keempatnya berlangsung selama hampir dua setengah jam dan menjelang pukul 22.00 WIB, Prabowo mengumumkan hasil diskusi. Namun sebelum itu, wartawan disuguhi tontonan momen kemesraan Wakil Sekjen Parta Demokrat Andi Arief dengan Prabowo dan Sandiaga.

Foto: Marlinda-detikcom

Momen tersebut dipersembahkan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan yang memanggil Andi yang berdiri di barisan belakang, saat jumpa pers digelar untuk maju ke depan. Andi, yang berada di belakang, langsung ke barisan depan dan berdiri di samping Prabowo.

"Ini Andi nih," ujar Hinca di kediaman SBY, Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Setelah itu, Sandiaga ikut diminta berfoto bersama Prabowo dan Andi Arief. Tampak Sandiaga dan Andi mengangkat tangan bersama sembari tersenyum lebar. Momen ini terjadi setelah polemik pernyataan Andi Arief soal mahar terkait pencalonan di pilpres dan istilah 'jenderal kardus'.

Kembali ke hasil pertemuan dengan SBY dan AHY, Prabowo mengumumkan Presiden ke-6 RI itu akan menjadi juru kampanyenya. Sementara AHY menduduki posisi Dewan Pembina Timses.

"Posisi akhir dengan saya, (AHY) dewan pembina. Pak SBY beliau minta jadi jurkam. Karena beliau posisinya sudah nggak ada, sudah di atas. Kalau Godfather itu ada di atas, yang penting dilihat kan aku datang ke sini terus. Nggak usah tanya-tanya lagi, beliau itu mentor saya," ujar Prabowo seusai pertemuan.

Prabowo mengatakan strategi pemenangan serta tema kampanye Pilpres 2019 tak luput dari bahasan. Prabowo menegaskan koalisinya solid. Dengan berjalan lancarnya pertemuan keempatnya, Prabowo pun pamer.

"Tentunya langkah-langkah yang harus seimbang antara perjuangan di pemilihan presiden karena memang ini serentak. Partai-partai juga harus berjuang untuk legislatif dan tentunya keberhasilan suatu pemerintahan di eksekutif tentunya ditentukan juga oleh dukungan legislatif yang kuat," kata Prabowo.

"Jadi saya kira ini yang harus kita cari sinerginya dan kita alhamdulillah sudah mendapat suatu gambaran bagaimana kita akan melangkah ke depan, saya kira intinya itu," sambung dia.

Setelah membahas masalah pemenangan, Prabowo mengaku meminta kader Demokrat yang jago di bidang ekonomi dan mempunyai pengalaman menduduki jabatan di Pemerintahan agar dimasukkan ke tim pakarnya.

"Karena itu, saya sudah minta juga perkuatan dari para anggota Partai Demokrat yang sudah pengalaman di bidang ekonomi, yang punya pengalaman pemerintahan, dan punya pengalaman pengelolaan ekonomi untuk membantu tim pakar saya dan pasangan saya, Sandiaga," paparnya.

Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk memiliki tim pakar hukum sendiri. Menurut dia masalah ekonomi adalah sumber dari segala macam masalah kehidupan.

"Kita ingin benar-benar punya satu tim yang sangat kuat di bidang pengelolaan ekonomi karena ekonomi ini sekarang yang menjadi masalah bangsa kita. Ekonomi ini sekarang sumber daripada segala ancaman kepada masa depan bangsa kita. Saya kira ini yang harus benar-benar serius," imbuh Prabowo.

Prabowo lalu memberi kesempatan pada wartawan untuk mengajukan pertanyaan. Dua di antaranya yang dia jawab yaitu tentang isu Demokrat main dua kaki dan pantun Farhat Abbas.

"Yang tidak memilih Jokowi masuk neraka? Aduh... aku masuk neraka dong kalau gitu," kata Prabowo menanggapi pantun Farhat Abbas.

"Saya kira kalau bahasa sekarang itu digoreng. Terserah Anda-lah memberi karangannya, mau pedes, mau asem, santai saja," ucap Prabowo mengenai isu Demokrat bermain politik dua kaki.

Komentar

Loading...