Minim Katalis Positif, IHSG Diramalkan Menguat

Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini (13/9/18). Analis berpendapat, peluang kenaikan IHSG masih cukup terlihat di perdagangan hari ini.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi Taulat mengatakan, meski minim sentimen, potensi IHSG untuk berada di zona positif cukup signifikan. Itu disebabkan kini investor berfokus pada prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di perdagangan global.

"Secara teknikal pergerakan IHSG memang terkonsolidasi. Namun potensi penguatan masih tersinyal dengan pergerakan yang positif. Saya memproyeksikan IHSG di rentang 5.770-5.890," tuturnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Beralih ke Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji, ia turut meramalkan IHSG akan perkasa pada perdagangan saham Kamis. Sederhana, pola upward bar mengindikasikan IHSG bakal perkasa pada pergerakan indeks saham.

"Oleh karena itu, indeks masih berpeluang menuju ke area resisten di kisaran 5.749-5.894," ujarnya.

Sementara itu, Fund Manager PT Valbury Capital Management Suryo Narpati mengungkapkan, IHSG tetap akan terkoreksi hari ini. Ini karena sentimen perang dagang AS-China yang kini belum mereda juga.

"Di tengah keterbatasan katalis positif pasar, baik kecemasan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian perang dagang yang belum turun. IHSG akan dibayangi dalam tekanan hari ini," ungkapnya.

Pada hari ini, saham-saham yang dapat dicermati investor antara lain; Analis Lanjar merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan juga PT Elnusa Tbk (ELSA).

Sedangkan Analis Nafan Aji memilih saham PT Alam Sutra Reality Tbk (ASRII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Kemudian Suryo menyarankan saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Komentar

Loading...