Anggota Komisi IV DPRA: Warga Butuh Penambahan Kapal Cepat Rute Singkil-Pulau Banyak

Kapal cepat merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.(Acehbisnis.co)

ACEHBISNIS.CO, Banda Aceh - Anggota Komisi IV DPRA Hendri Yono meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menambah kapal cepat dan jadwal penyeberangan tujuan Singkil - Pulau Banyak juga sebaliknya.

Menurut Hendri Yono, berdasarkan laporan dari masyarakat Singkil dan Pulau Banyak, saat ini kunjungan turis mancanegara dan domestik ke daerah Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil sangat meningkat tajam. Namun seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ini terkendala dengan terbatasnya kapal angkutan yang menuju Pulau Banyak.

"Ini merupakan kabar baik untuk dunia wisata di Aceh, artinya Pulau Banyak di Aceh Singkil sudah banyak dikenal orang dan menjadi pilihan tujuan wisatawan, dengan begitu Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Singkil harus memprioritaskan tambahan alat transportasi penyeberangan, toh hasilnya juga untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan perekonomian warga setempat," ujar Hendri Yono anggota DPRA dari Dapil 9 ini, Kamis (13/9/2018).

Dia menjelaskan, kapal yang ada saat ini adalah kapal kayu milik masyarakat dan daya angjutnya terbatas, sedangkan kapal motor penyeberangan (KMP) milik Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) hanya mengunjungi Pulau Banyak dua kali dalam sepekan. "Pemerintah Aceh harus menambah kapal cepat sehingga jadwal penyeberangan bisa lebih sekali kali dalam sehari," ujar Hendri.

Keluhan masyarajat saat ini adalah, wisatawan atau pelancong banyak yang kecewa karena susah mencari kapal untuk menyeberang ke Pulau Banyak. Mereka harus menunggu kapal pada hari tertentu, itupun kapal yang digunakan merupakan kapal kayu milik nelayan setempat.

Selain masalah transportasi, Pemerintah Aceh juga harus meningkatkan sarana dan prasarana penginapan serta mushalla, selama ini pengunjung terus meningkat apalagi dihari libur panjang, banyak wisatawan yang tidak mendapatkan kamar penginapan, ketika mereka ingin kembali sorenya kapal penyeberangan tidak ada.

"Ini harus menjadi masukan untuk Pemerintah Aceh dan Pemkab setempat, agar tahun depan bisa terealisasi, pemerintah bisa melakukan pembinaan dan bantuan modal kepada masayarakat setempat untuk membangun tempat penginapan yang nantinya dikelola bersama oleh masyarakat, jangan lewatkan kesempatan terbaik ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kab. Singkil," demikian kata Hendri Yono.(edi/ded)

Komentar

Loading...