Dolar AS Tinggi Pajak Impor Naik, Siap-siap Harga Barang Melonjak

Foto: detik.com

Jakarta - Ritel terkena dampak dari gejolak ekonomi saat ini. Selain dihantam penguatan dolar Amerika Serikat (AS), ritel ini juga dibebani dengan kebijakan pemerintah menaikkan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Tutum Rahanta mengatakan, dengan kondisi saat ini maka tidak bisa dihindari akan adanya kenaikan harga barang.

"Fluktuasi rupiah, PPh tambahan dan nilai tukar saja, apa akan terjadi kenaikan harga barang, pasti. Hanya saja secara gradual," tuturnya di bilangan Cikini, Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Para pemilik jaringan ritel, kata Tutum, juga masih menunggu keputusan dari para pemasok barang, khususnya ritel makanan dan minuman. Sebab ada beberapa bahan baku impor yang juga dinaikkan pajaknya.

Tutum menambahkan, para pemain ritel mau tak mau harus menerima kondisi saat ini. Namun dia berharap agar pemerintah juga melakukan perbaikan dari sisi pemberantasan pungli. Sebab sesungguhnya pungli-pungli yang terjadi khususnya dari rantai logistik turut menyumbang kenaikan harga produk ritel.

"Sebetulnya ada yang bisa ditekan adalah beban ekonomi biaya tinggi itu. Mulai dari perjalanan logistik sampai area industri sangat membebani. Mungkin beban konsumen kira-kita memikul 30% dari itu. Ya pemerintah sudah berusaha sampai ada satgas anti pungli, tapi hilang begitu saja," tegasnya.

Komentar

Loading...