Banjir Parah Terjang Korea Utara, 76 Orang Tewas

Ilustrasi (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Pyongyang - Sedikitnya 76 orang akibat banjir parah yang menerjang Korea Utara (Korut), pekan ini. Sekitar 75 orang lainnya, yang kebanyakan anak-anak, dilaporkan hilang akibat terjangan banjir itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/9/2018), ribuan orang harus kehilangan tempat tinggal setelah hujan deras yang terus mengguyur memicu banjir dan tanah longsor. Lebih dari 800 bangunan termasuk rumah warga, klinik dan sekolah di Provinsi Hwanghae Utara dan Selatan ambruk akibat banjir dan longsor.

Laporan itu disampaikan oleh Federasi Palang Merah Internasional dan Komunitas Bulan Sabit Merah (IFRC) cabang Korut.

"Ribuan orang kehilangan rumah dan secara mendesak membutuhkan layanan kesehatan, tempat penampungan, makanan, air minum yang aman dan sanitasi," tutur John Flemming dari IFRC Korut dalam pernyataannya.

"Dengan musim dingin akan segera datang, kami juga mengkhawatirkan bahwa bencana ini akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kelangkaan makanan untuk sejumlah masyarakat," imbuhnya.

Wilayah Korut yang diselimuti kemiskinan sangat rapuh terhadap bencana alam. Bencana banjir beberapa kali menerjang Korut. Salah satunya yang menerjang Provinsi Hamgyong Utara tahun 2016 lalu menewaskan lebih dari 130 orang. Banjir saat itu juga merobohkan banyak gedung dan membuat ratusan ribu orang kekurangan suplai makanan dan penampungan.

Sebagian besar wilayah Korut terdiri dari pegunungan dan perbukitan, yang sejak lama digali untuk mencari bahan bakar atau dialihfungsikan menjadi petak-petak sawah yang berbentuk terasering. Hal itu membuat air hujan langsung mengalir ke dataran rendah tanpa ada penyaring.

Rentetan banjir dan kekeringan separuhnya bertanggung jawab atas bencana kelaparan yang menewaskan ratusan ribu orang di Korut antara tahun 1994-1998 lalu. Situasi semakin memburuk dengan adanya kesalahan pengelolaan ekonomi dan hilangnya dukungan Uni Soviet untuk Korut.

Komentar

Loading...