Ini Dampak Larangan Impor Mobil Mewah di Mata Dunia Internasional

Pengguna mobil Ferrari tengah touring (Foto: Ferrari Jakarta)

Jakarta - Larangan setop impor mobil mewah berkapasitas di atas 3.000cc akan diberlakukan oleh pemerintah demi menguatkan kembali nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tapi hal itu justru bisa menimbulkan dampak negatif.

Indonesia bisa dibilang bakal ketinggalan zaman terutama soal model baru. Selain itu juga Indonesia bisa dipandang sedang mengalami gangguan ekonomi.

"Dengan pemberhentian impor kita khawatir dunia internasional bisa menilai Indonesia sedang terganggu ekonominya," ungkap Ketua Komunitas Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) Hanan Supangkat yang juga seorang pengusaha kepada detikOto, Rabu (5/8/2018).

Aturan ini pertama kali diutarakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK meminta produk-produk impor mewah disetop untuk mengatasi pelemahan rupiah. JK mencontohkan mobil Ferrari, Lamborghini hingga tas Hermes harus disetop impornya.

Kalau emang nanti aturan resmi diberlakukan, Ferrari Cs bakalan menjadi barang langka di Tanah Air. Otolovers yang berminat pun harus rela menunggu hingga akhirnya pemerintah mencabut kembali larangan impor itu.

Larangan impor mobil mewah ini juga pernah disebut-sebut dapat memicu orang kaya RI membeli mobil di luar negeri.

"Adanya mobil mewah orang menikmati uang di negara ini otomatis orang nggak ke mana-mana, duitnya di Indonesia terus," tutur bos importir yang hobi mendatangkan mobil mewah Rudy Salim beberapa waktu lalu.

Komentar

Loading...