Rupiah Hari ini: Dari Rp 14.815 ke Rp 14.930/US$

Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta - Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini melemah cukup dalam. Hanya dalam satu hari, pelemahan rupiah menyentuh lebih dari 100 poin.

Pada pembukaan pasar, Selasa (4/9/2018) US$ 1 dibuka pada Rp 14.815 di pasar spot. Seiring berjalannya waktu, rupiah ditutup pada Rp 14.930/US$. Rupiah melemah hingga 115 poin hanya dalam satu hari.

Sumber: Reuters

Pelemahan rupiah didorong kuatnya sentimen global. Mulai dari sinyal kuat kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve/The Fed, anjloknya mata uang negara berkembang hingga kondisi terbaru perundingan dagang antara AS dan Kanada.

Sinyal kenaikan suku bunga acuan semakin jelas seiring rilis data terbaru tingkat inflasi inti bulan Agustus. Sebelumnya kantor statistik AS melaporkan, tingkat inflasi inti di Negeri Paman Sam sebesar 2% atau mencapai target yang ditetapkan oleh The Fed.

Lantas, data ini cukup menjadi acuan bagi The Fed untuk tidak ragu-ragu menaikkan suku bunga acuannya pada akhir September ini. Sebelumnya pada dua pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 1,75-2%.

Namun pada pertemuan berikutnya yaitu akhir September, diperkirakan suku bunga acuan akan naik. Survei yang dilakukan Fed Watch memperkirakan, suku bunga acuan akan naik sebesar 25 basis poin dengan tingkat keyakinan mencapai 98,4%. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, mendorong investor kembali memburu dolar AS.

Pergerakan dolar index yang menggambarkan posisi dolar AS di hadapan enam mata uang utama pada pukul 16:18 WIB, menguat 0,40%. Penguatan ini lantas menekan pergerakan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

Di sisi lain, anjloknya mata uang negara berkembang seperti Lira Turki dan Peso Argentina terhadap dolar AS juga ikut berpengaruh. Terhitung dalam sebulan terakhir, lira anjlok 25,20% dan peso anjlok 38,46%. Anjloknya mata uang memicu spekulasi jika Turki dan Argentina berada di ambang krisis.

Belum cukup sampai di sana, buntunya perundingan dagang antara AS dan Kanada semakin menambah kekhawatiran ekonomi global. Akibatnya, investor pun mulai khawatir dan menarik dananya dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Di pasar saham, aksi jual investor asing hari ini mencapai Rp 428,48 miliar. Aliran modal asing yang keluar, menyebabkan rupiah semakin terkulai dan menembus posisi Rp 14.900/US$ pada penutupan hari ini.

Komentar

Loading...