Besok, FJL Aceh Gelar Diskusi Tentang Perizinan Sektor Kehutanan

Ilustrasi Hutan (acehbisnis.co/dedisaputra)

Banda Aceh - Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menggelar diskusi tematik tentang isu perizinan sektor kehutanan di Aceh. Diskusi tematik ini akan digelar pada Rabu (29/8/2018) di Warung Kopi Chek Yuke, Lampineung, Banda Aceh.

Ketua Panitia Pelaksana, Ratno Sugito mengatakan, selama ini FJL Aceh fokus mengawal isu-isu lingkungan. Keterlibatan jurnalis dalam mengawal lingkungan sangat berkontribusi untuk menjaga hutan Aceh dari kerusakan.

Oleh sebab itu, FJL Aceh menggelar diskusi publik dengan tema “Perizinan dalam Sektor Kehutanan Aceh, Sebagai Bentuk Kepedulian Multipihak Terhadap Pembangun Aceh Berkelanjutan”.

“Kita berharap dengan ada diskusi ini akan semakin memperkuat gerakan sosial kita untuk menjaga dan mengawal hutan dari kerusakan,” kata Ratno Sugito, Selasa (28/8/2018) di Banda Aceh.

Diskusi tematik ini, jelas dia, tidak hanya sebatas berdiskusi. Akan tetapi juga membangun silaturrahmi dengan para pihak, baik semasa jurnalis, masyarakat sipil dan pihah-pihak lainnya. “Kita harapkan dengan semakin banyak komponen berkumpul akan lebih masif mengkampanyekan perlindungan hutan dari kerusakan. Karena hutan sebenarnya sumber kehidupan manusia yang harus dijaga secara bersama-sama dari kerusakan,”ungkapnya.

“Kita butuh gerakan bersama untuk menjaga kerusakan hutan di Aceh. Termasuk mengawal sektor perizinan yang diberikan oleh pemerintah, jangan sampai masuk dalam kawasan hutan lindung diberikan izin,”paparnya.

Pada diskusi kali ini, sebutnya, FJL Aceh mengundang narasumber dari Kabid Informasi dan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Jafaruddin, Kabid Minerba Distamben Aceh, Said Faisal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Mahar, Masyarakat Transparansi Anggaran (MaTA) Aceh, Alfian dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, Afifuddin Acal.(ril/ded)

Komentar

Loading...