Gerindra: Isu Mahar Rp500 Miliar Buat ‘Emak-emak’ Simpati

Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman, Jakarta, Minggu (25/3) (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengklaim tudingan keberadaan mahar Rp500 miliar dalam proses pengusungan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) justru membuatnya mendapat simpati dari masyarakat, khususnya kaum ibu alias 'emak-emak'.

"Justru dukungan kepada kami semakin menguat karena emak-emak di mana-mana ketemu saya bertanya, 'wah kasian sekali ya Pak Sandi, seolah-olah ada kesan beliau dizalimi," kata dia, saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8).

Tudingan dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga itu pertama kali dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebelum pengumuman pasangan yang dilakukan Prabowo.

Andi menyebut Sandiaga menyiapkan mahar masing-masing Rp500 miliar bagi PAN dan PKS agar dipilih menjadi pendamping Prabowo.

Habiburokhman melanjutkan bahwa kaum 'emak-emak' di sejumlah daerah siap menjadi juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Jubir kami adalah emak-emak yang sangat merasa situasi saat ini begitu pelik, harga-harga naik, lapangan pekerjaan sulit, sehingga memang mereka akan menyosialisasikan bahwa memang perlu perubahan," tuturnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman menyebut pihaknya juga menduga tudingan dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga kepada PKS dan PAN ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Namun, Habiburokhman menolak untuk menyebut pihak yang memanfaatkan isu tersebut.

"Saya enggak menuduh siapa, yang berniat menjadikan isu ini untuk mendiskreditkan pasangan yang kami dukung, ya silakan saja," ujarnya.

Komentar

Loading...