Kalahkan 28 Peserta, Muhammad Hanif dan Aqila Fadya Duta Wisata Pidie tahun 2018

Muhammad Hanif dan Aqila Fadya Duta Wisata Pidie tahun 2018

Pidie – Berhasil mengalahkan 28 peserta  lainnya, Muhammad Hanif dan Aqila Fadya dinobatkan sebagai Duta Wisata Pidie tahun 2018, di Gedung Pertemuan Pidie, Rabu (1/8/18) malam.

Malam penobatan pemilihan Agam Inong Duta Wisata Pidie 2018 tersebut  diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pidie.

Selain Muhammad Hanif dan Aqila Fadya, juara kedua diraih oleh Muhammad Razie Aulia dan Aulianda Kusuma Kusuma Putri dan Juara III, diraih oleh Abrar Fadilla dan Rizka Masturah,

Untuk Duta Gendre Wisata disematkan kepada Wan Elza Elhanif dan Nurul Mahfuzzah, Adapun Duta Favorit pariwisata diraih oleh Muhammad Zaldi dan Rahmayanti.

Sekretaris Disparbudpora Pidie, Wardi Findani, dalam sambutannya, Rabu (1/8/2018), mengatakan pemilihan Agam Inong Duta Wisata Pidie 2018, dilaksanakan sejak tanggal 12 Juli 2018. Digelar dengan sejumlah metode, diantaranya seleksi awal, kemudian penjurian berlanjut hingga malam penobatan.

Selain itu, dalam perlehatan perdana Pemilihan Duta Wisata Pidie 2018 tersebut diikuti oleh 30 peserta dari Agam dan Inong. Setelah hasil penyeleksian, tersisa 18 finalis dengan 10 wanita dan 8 pria.

Namun,kata Wardi, para Finalis Agam Inong Pidie juga dibekali sejumlah materi, diantaranya pengetahuan kepemudaan, narkoba dan kecantikan. Sementara para juri yang terlibat diambil dari Seniman, Majelis Adat Aceh, Akademisi dan Pemerhati Budaya.

“Bagi finalis yang tidak menang jangan berkecil hati masih ada waktu yang panjang untuk ke depan kita lebih bisa lagi tampil, bagi yang menang pun kami harap untuk semua finalis yang ikut kontes tersebut bekerja sama-sama membantu dan saling bahu membahu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pidie, Roni Ahmad, dalam sambutannya meminta agar para duta wisata dapat menjadi ambasador wisata Pidie, yang kreatif dan inovatif dalam mempromosikan wisata daerah. Dapat mempromosikan Pidie sebagai daerah tujuan utama  wisata islami dan wisata alam di Aceh.

“Para duta harus selalu menjaga etika dalam menjadi pramuwisata. Duta Wisata tidak hanya menjadi ikon pariwisata daerah, tapi harus mampu menjadi ujung tombak kemajuan wisata, namun kepada masyarakat Pidie, Menjaga Wisata dan budaya bukanlah milik mereka yang bertahta, tapi milik semua yang berkarya,” pungkasnya. (raju/ded)

Komentar

Loading...