Pecinta Ular, Perempuan 21 Tahun Ini Kerap Tidur Bersama Piton Sepanjang 4,8 Meter

Ilustrasi Foto Ular Piton (iStockphoto)

London - Ketika berusia 14 tahun, Zee melihat ada seekor ular di toko hewan. Dari pengalaman itu, rasa penasarannya pada hewan melata kian bertambah. Dengan uang tabungan yang selama ini ia kumpulan, seekor ular ia beli untuk dipelihara.

Kian bertambah usia, Zee semakin memperlihatkan hobinya itu. Hingga pada umur 21 tahun saat ini, ia sudah memelihara 16 ekor ular -- salah satunya tinggal di dalam kamar tidur pribadinya.

Dikutip dari laman Metro.co.uk, Rabu (1/8/2018), di antara koleksi reptilnya yang paling favorit adalah ular piton burma, royal piton dan piton blood.

Meski sudah digigit berkali-kali, ia tidak pernah berpikir jika hewan peliharaannya ini akan bertindak agresif pada dirinya.

"Saya biasa digigit ular bahkan setiap minggu," ujar Zee.

"Gigitan ular itu bisa pada tingkat keparahan yang tinggi. Apabila sudah digigit dan ia tak mau melepaskan diri, saya akan memberikannya makan. Atau bisa juga dengan memberi alkohol serta merendam kepalanya ke dalam air," tambahnya.

"Jika itu ular kecil, maka tunggu saja. Biasanya mereka akan melepaskan gigitan sendiri. Saya tak pernah marah, sebab saya cinta pada mereka."

"Mereka adalah binatang yang paling gugup. Mereka keluar bukan untuk membunuhmu. Mereka juga keluar bukan karena ingin menangkapmu."

Bagi Zee, ia sangat mencintai piton jenis burma sepanjang 4,8 meter karena sudah ia pelihara sejak lama. Terkadang, wanita ini membiarkan piton burma ini untuk berkeliaran.

Bahkan, ular itu dibiarkan masuk ke dalam kamarnya dan bisa tidur dengan Zee pada malam hari. Tak hanya kamar tidur, ular piton ini bahkan bisa masuk ke dalam atap dan sembunyi di tumpukan papan.

Piton Burma kepunyaan Zee ini diberi makan seekor kelinci ekstra besar. Jika persediaan habis, maka jatah makannya akan berganti ke hewan pengerat lain atau ayam.

Wanita Berjuluk Ratu Kobra

Seorang perempuan lanjut usia asal Chongqing, China, dijuluki sebagai Ratu Kobra. Bukan tanpa alasan julukan ratu ular itu melekat di sosoknya.

Perempuan bernama Hu Xiaoxia itu memiliki peternakan yang hingga kini menghasilkan 1.000 ekor ular, termasuk kobra. Ia telah merawat reptil itu sejak tahun 2014.

Setiap pagi, Hu akan membersihkan ruangan berisi ular, memeriksa suhu, dan kelembabannya.

Dikutip dari Asia One, Hu juga memproduksi snake wine yang digunakan penduduk setempat untuk membuat minuman obat. Snake wine adalah minuman yang dibuat dengan merendam ular di dalam minuman beralkohol yang terbuat dari beras atau bijih-bijihan lain.

Minuman tersebut diyakini mampu menghilangkan angin dan kelembaban yang berada di dalam tubuh.

Kulit ular kobra juga dianggap sebagai obat yang dapat menyerap panas tubuh dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

"Kobra adalah binatang yang sangat beracun. Saya berhubungan dengan mereka setiap hari," ujar Hu.

"Anda harus tahu apa yang seharusnya dilakukan jika Anda digigit. Anda harus tahu bagaimana melindungi diri," imbuh dia.

Komentar

Loading...