Sejumlah Kader PNA Mengundurkan Diri

Ardiansyah beserta dua pengurus PNA Aceh Tamiang ketika memberikan keterangan pers terkait pengunduran diri dari DPW PNA Aceh Tamiang, Senin (23/7). (Antara Aceh/Putra Zulfirman)

Langsa - Sejumlah pengurus dan kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Tamiang, Propinsi Aceh, mengundurkan diri jelang helatan Pemilu 2019.

Mantan Wakil Ketua II DPW PNA Aceh Tamiang, Adriansyah ketika dihubungi dari Langsa, Senin siang menuturkan, dirinya beserta sejumlah kader lainnya telah mengundurkan diri dari partai besutan Irwandi Yusuf tersebut."Saya telah mundur. Surat pengunduran diri telah disampaikan ke sekretariat DPW PNA yang tembusannya ditujukan pada ketua DPP PNA dan ketua KIP Aceh Tamiang," aku Adriansyah.

Menurutnya, pengunduran diri tersebut karena dia merasa tidak mampu memperjuangkan aspirasi kader dan simpatisan partai.

"Lebih baik mundur dan tidak memiliki jabatan distruktur partai daripada tidak bisa memperjuangkan aspirasi kawan-kawan," jelas dia.

Ia menegaskan, terkait pengunduran dirinya tidak terkait dengan persoalan yang mendera Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf.

"Ini tidak ada kaitannya dengan persoalan Gubernur. Murni karena tersumbatnya aspirasi anggota dan kader partai," jelas mantan Sekretaris Tim Administrasi dan Verifikasi Bacaleg PNA Aceh Tamiang itu.

Selain Ardiansyah, terdapat Ella Mawardani yang mengundurkan diri. Ella tercatat sebagai pengurus bidang penanggulangan bencana DPW PNA Aceh Tamiang.

Kemudian, Bendahara DPK PNA Manyak Payed, Tgk Jamalul Ihsan juga hengkang dari partai tersebut. Demikian pula, M Nuh Nafi yang merupakan kader sekaligus bakal calon legislatif DPRK Aceh Tamiang dari Dapil II, turut mengundurkan diri.

"Ada delapan bacaleg lain yang turut mundur dari DPW PNA Aceh Tamiang. Ini semua lantaran tidak terakomodir aspirasi kawan-kawan," tutur Ardiansyah yang juga pernah dipercaya sebagai anggota Tim Formatur DPW PNA Aceh Tamiang.

Lanjut dia, selama ini dirinya memperjuangkan rekan-rekan kader dan anggota partai yang dinilai potensial, memiliki elektabilitas dan rekam jejak yang baik untuk menjadi bacaleg DPRK Aceh Tamiang.

Akan tetapi, semua sirna seketika dan sejumlah bacaleg potensial dimaksud urung di daftarkan pada KIP setempat sebagai bacaleg usungan PNA Aceh Tamiang.

Karenanya, Ardiansyah mengambil sikap mundur bersama sejumlah pengurus dan kader tersebut.

Disamping itu, Ardiansyah mengku tidak berlabuh pada partai politik manapun selepas pengunduran dirinya dari kepengurusan DPW PNA Aceh Tamiang.

Kata dia, ingin fokus menggelola yayasan dan LSM yang dipimpinnya. Termasuk membentuk kepengurusan Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) yang mandatnya berada ditangan Ardiansyah.

Komentar

Loading...