PDIP: Politisi yang Pandai Silat Lidah Jangan Mudah Dipercaya

Foto: Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta - Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat tidak terprovokasi oleh para politikus. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno meminta masyarakat tak mudah percaya poilitisi yang pandai silat lidah.

"Persahabatan, persaudaraan dan persatuan harus lebih diutamakan. Politisi klobot yang berisik, yang pandai bersilat lidah, jangan cepat-cepat dipercaya atau diamini. Harus disimak dengan seksama. Dilihat rekam jejaknya," ujar Hendrawan kepada wartawan, Minggu (15/7/2018).

Hendrawan mengaku setuju dengan ucapan Jokowi mengenai adanya politikus kompor jelang pemilu. Tujuan ucapan itu untuk masyarakat lebih mengutamakan akal sehat.

Selain itu, Hendrawan meminta para politikus tidak boleh tersinggung dengan ucapan Jokowi itu.

"Saya pikir kita semua setuju dengan apa yang disampaikan Presiden. Maksudnya supaya masyarakat lebih mengutamakan akal sehat, tidak tergesa-gesa dalam mempercayai opini yang menjelek-jelekkan orang dan mendramatisasi keadaan," kata Hendrawan.

Menurut dia, ucapan Jokowi itu berlaku untuk seluruh para politikus meskipun tidak menyebutkan nama siapapun.

"Tidak boleh direduksi dengan menyebut partai. Itu berlaku umum, itu prinsip generik. Begitu disebut nama partai bisa terjebak pada generalisasi, karena pada dasarnya di setiap partai, ada politisi yang baik dan elegan," jelas dia.

Dihubungi terpisah, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parreira mengaku setuju terhadap Jokowi mengenai politikus kompor. Sebab menjelang pilpres akan muncul isu hoax dan kampanye hitam.

"Tantangan kita sebagai bangsa adalah keluar. Menjelang pilpres dan pileg ini kita terlalu disibukan isu-isu yang dikembangkan oleh politikus-politikus provokator yang terlalu ambisius untuk memenangkan kompetisi pilpres dengan isu-isu provikatif, hoax dan black campaign," kata Andreas.

Sebelumnya, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tak terprovokasi di tahun politik. Jokowi lantas menyindir politikus yang sengaja memanaskan situasi politik.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh para politikus. Menurutnya, ada pihak-pihak yang ingin memanaskan situasi bangsa di tahun politik.

"Sering kan kalau mendekati pilihan bupati, wali kota, gubernur, pilihan presiden, dikompori. Yang ngompori siapa? Ya para politikus," kata Jokowi, Sabtu (14/7).

Komentar

Loading...