Jokowi, Kalkulator, dan Cawapres Pilihan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom, Rabu (11/7/2018) (Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan tak mengikuti keriuhan teka-teki nama bakal calon wakil presiden di luar Istana, baik di dunia nyata maupun jagat maya. Politikus PDIP yang kembali diusung untuk kedua kalinya sebagai calon presiden ini bahkan hafal betul perkembangan duet capres-cawapres yang beredar.

Saat disebut tentang beredarnya nama Jokowi berduet dengan Moeldoko di media sosial sejak Selasa (10/7/2018) malam, dia menukas, "Ya semuanya ada. Ada 'Join' (Jokowi-Cak Imin), 'Sejoly' (Setuju Jokowi-Jimly), Jokowi-TGB, Jokowi-Airlangga, Jokowi-Mahfud MD," kata Jokowi saat sesi wawancara khusus dengan detikcom di Istana Merdeka, Rabu (11/7).

Dari sederet pasangan itu, mana yang dipilih?

"Masih digodok, biar matang dulu nanti kan kelihatan kalau sudah matang," jawab pria kelahiran Solo, 21 Juni 1961, itu.

Jokowi juga menanggapi pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Saat pertama kali mendeklarasikan diri sebagai cawapres, Cak Imin optimistis bakal digandeng Jokowi. Kalau tidak, Jokowi bisa kalah oleh lawan.

Hari ini Cak Imin mengulanginya. "Buktikan saja. Kalau nggak Join, bahaya. Nanti kalah sama lawannya," kata Cak Imin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).

Jokowi menanggapi secara santai klaim Cak Imin yang diulang beberapa kali itu. Menurut dia, dalam menentukan pasangan, pasti ada hitung-hitungannya.

Manuver lawan politik juga tak luput dari perhatiannya. Namun Jokowi merasa tak perlu menanggapi dengan berlebihan. "Buat apa," kata dia pendek.

Semua, kata Jokowi, sudah ada kalkulasi politiknya. "Biasa saja. semua orang punya kalkulasi, kita kan juga punya kalkulasi, (punya) kalkulator," kata dia sambil mencari-cari kalkulator di mejanya.

Komentar

Loading...