Ini 6 Bajak Laut Perempuan Paling Sadis yang Pernah Menguasai Lautan

Gambar yang dirilis oleh Disney, Jack Sparrow yang diperankan oleh Johnny Depp beradu akting dengan Carina Smyth yang diperankan Kaya Scodelario di Film "Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales." (Peter Mountain / Disney via AP)

Ini 6 Bajak Laut Perempuan Paling Sadis yang Pernah Menguasai Lautan

Jakarta - Apa yang terbesit dalam pikiran Anda saat mendengar kata bajak laut? Bagi sebagian besar orang, para lanun identik dengan laki-laki berpenampilan mengerikan, rambutnya berantakan, berjenggot tebal, menggunakan penutup mata sebelah, membawa sebilah pedang, dan kejamnya bukan main.

Dengan gagah berani, para bajak mengarungi samudra dan melawan ombak di lautan lepas demi mendapat keuntungan.

Bajak laut juga lekat dengan penjarahan dan perampokan. Mereka tak segan mencegat, dan merebut muatan kapal yang melintas. Tak jarang, manusia yang ada di dalamnya pun dibunuh atau dijadikan budak.

Dalam film-film Hollywood, bajak laut kerap didominasi oleh kaum Adam, meski sebenarnya di sana ada beberapa yang perempuan. Sebut saja Pirates of the Caribbean dengan tokoh Keira Knightley sebagai Elizabeth Swann, Naomie Harris sebagai Tia Dalma, Zoe Saldana sebagai Anamaria, dan sebagainya.

Atau karakter manga asal Negeri Sakura: One Piece.

Kedua tayangan tersebut nyatanya menonjolkan beberapa karakter bajak laut wanita yang tangguh dan mengerikan. Di balik parasnya yang ayu, ternyata perempuan-perempuan perompak itu juga dikenal pemberani.

Dalam sejarah kemaritiman, sedikitnya ada 6 bajak laut wanita yang paling ditakuti di seluruh lautan. Bahkan mereka bisa dikatakan sadis dan kuat. Kemampuannya untuk menjelajah laut lepas tak boleh diragukan, apalagi untuk bertarung, meski lawannya adalah pria.

Dikutip dari Top Tenz, Jumat (13/7/2018) inilah 6 bajak laut wanita yang dimaksud:

  1. Anne Bonny

Anne Bonny. (Wikimedia/Public Domain)

Anne Bonny lahir di Irlandia sebagai anak 'tidak sah' dari hubungan gelap ayahnya -- yang merupakan seorang pengacara -- dan seorang gundik. Kala itu, ayah Anne dipermalukan di depan umum oleh istrinya karena ketahuan berselingkuh.

Akhirnya, ia memutuskan untuk angkat kaki dari Tanah Britania Raya ke Amerika dengan membawa serta pelayannya itu dan Anne kecil. Setelah menetap di South Carolina selama beberapa tahun dan Anne mulai beranjak dewasa, ibu Anne meninggal. Segala urusan rumah tangga dibebankan kepadanya.

Pada usia 16 tahun, dia jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah dengan pelaut bernama James Bonny. Ayahnya murka dan tidak merestui hubungan keduanya, karena James hanya ingin menguasai harta keluarga mereka. Sang ayah lalu mengusirnya dan tidak memberikan harta warisan sepeser pun.

Konon, Anne membakar perkebunan ayahnya, lalu ia dan James pindah ke New Providence, Bahama. Kemudian James bekerja sebagai informan bagi Gubernur Woodes Rogers.

Ketika di Bahama, Anne mulai berhubungan dengan bajak laut di bar lokal. Ia bertemu dengan John "Calico Jack" Rackham, pasangan selingkuhnya. Ketika Rackham dan bajak laut lainnya sedang di sebuah pub, James menarik Anne ke hadapan Gubernur untuk dihukum cambuk karena telah selingkuh.

James juga menawarkan pilihan lain pada Anne, yaitu Rackham harus membeli Anne. Anne menolak keras untuk diperjual-belikan seperti hewan. Dia lebih memilih untuk dihukum cambuk. Setelah itu, dia dan Rackham pergi dari New Providence dan memulai hidup baru sebagai bajak laut.

Agar bisa bergabung dalam perjalanan Rackham, Anne menyamar menjadi pria. Walaupun seorang wanita, tetapi Anne juga mengikuti peperangan dan melakukan kegiatan lainnya selayaknya pria. Bahkan kru-kru Rackham "The Revenge" menghormati Anne.

Beberapa tahun kemudian, Anne dan Rackham menyadari bahwa mereka tergolong sukses sebagai bajak laut, karena mereka telah menangkap kapal-kapal, mendapat banyak harta.

Berdasarkan sebuah cerita, Anne menusuk seorang kawannya di jantung ketika ia mengetahui identitas Anne sebagai wanita. Walaupun Anne merupakan salah satu bajak laut hebat yang terkemuka, namun ia tak pernah berlayar dengan kapalnya sendiri.

  1. Ching Shih

Ching Shih. (Wikimedia/Public Domain)

Ching Shih adalah bajak laut yang meneror lautan China pada awal Abad ke-19. Dia mengomandani 1.800 kapal dan lebih dari 80.000 bajak laut -- laki-laki, perempuan, dan bahkan anak-anak. Selain itu, dengan berani dia menantang negara-negara besar pada masa itu, seperti Britania Raya, Portugal, dan Dinasti Qing.

Ching Shih adalah salah satu bajak laut terkuat di Asia dan dunia dan juga merupakan salah satu dari sedikit bajak laut yang berhenti dari profesinya. Dia adalah pelacur yang bekerja di rumah bordil di Kanton. Rupanya, paras Ching sangat memikat, karena pada tahun 1801, bajak laut Zhèng Yi, yang memimpin armada kapal yang disebut "Red Flag Fleet," menculiknya dan mendeklarasikannya sebagai istri.

Pada tahun 1807, Zheng Yi meninggal. Karena takut harus kembali ke kehidupan prostitusi, Ching memutuskan untuk menjadi satu-satunya pemimpin armada, dengan kata lain Ching Shih menggantikan posisi suaminya sebagai pemimpin. Armadanya berkuasa di banyak desa-desa pantai, dan bahkan menetapkan pajak kepada beberapa permukiman.

Menurut Robert Antony -- penulis buku tentang Ching Shih, bajak laut wanita ini "merampok kota, pasar, dan desa, dari Makau hingga Kanton."

Di bawah komando Ching, dia kadang memerintah dengan keras dan kejam. Meski demikian dia juga memiliki kode etik. Jika seorang bajak laut dari armadanya menculikl wanita, maka ia harus setia kepadanya. Jika awak kapalnya terbukti terlibat dalam perkosaan, maka ia harus dieksekusi.

Ching juga tidak ramah kepada para pembelot. Dia memburu setiap bajak laut yang meninggalkan armada dan memotong telinga mereka. Red Flag Fleet dikenal sebagai "Teror China Selatan."

  1. Mary Read

Mary Read. (Wikimedia/Public Domain)

Mary Read dilahirkan di Inggris pada 1685 dari hasil perselingkuhan ibunya dan seorang pelaut. Setelah ayah biologisnya wafat, saudara laki-laki tirinya (anak kandung ibunya dan suami sah) juga meninggal.

Karena stres berat, sang ibu memutuskan untuk mendandani Mary seperti laki-laki, menyembunyikan identitas asli Mary agar kehidupan finansialnya bisa didukung oleh mertua.

Mary terus menyamar sebagai pria hingga dewasa dan bekerja di sebuah kapal. Dia kemudian bergabung dengan militer Inggris, bersekutu dengan pasukan Belanda melawan Prancis. Mary membuktikan kemampuannya dalam pertempuran, tetapi dia jatuh cinta dengan tentara Flemish.

Ketika menikah, Mary menanggalkan semua atribut 'kejantanannya' dan kembali sebagai wanita asli. Namun sayang, sang suami meninggal dini, sehingga dia terpaksa kembali menyamar dan kembali bekerja di dinas militer Belanda.

Merasa tak ada kemajuan, Mary akhirnya memutuskan untuk berhenti dan berlayar menuju West Indies. Di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya dirampas bajak laut. Bukannya takut, Mary justru senang dan bersedia bergabung -- masih sebagai pria.

Identitas asli Mary terbongkar ketika seorang kru curiga tentang ukuran payudaranya. Saat itulah, dia membunuh siapa saja yang mengetahui siapa dia sebenarnya.

Singkat cerita, dalam pelayaran panjang, dia dan krunya ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Mary Read meninggal di dalam tahanan karena demam yang dideritanya.

  1. Rachel Wall

Seorang seniman membuat tato karakter film Pirates of the Caribbean, Jack Sparrow di punggung seorang wanita saat Tattoo Week tahunan di Rio de Janeiro, Brasil (12/1). (AFP Photo/Mauro Pimentel)

Rachel Wall terlahir sebagai Rachel Schmidt sebelum akhirnya menikah dengan bajak laut bernama George Wall. Ia merupakan bajak laut wanita pertama yang berasal dari Amerika. Setelah menikah dengan George, ia membuat bisnis bajak laut dengan beberapa orang. Mereka semua memiliki markas di Isle of Shoals.

Setiap ada kapal yang melintas, kelompok ini akan membantainya dengan kejam. Rachel selalu menjadi pemimpin pada setiap misi dibantu sang suami.

Suatu ketika, suami dan seluruh awak kapalnya mengalami kecelakaan di laut hingga tak ada yang hidup. Rachel memilih pensiun dan bekerja sebagai pelayan serta pencuri. Pada tahun 1789, ia ditangkap karena kasus penjambretan hingga berakhir di tiang gantungan.

  1. Grace O’Malley

Grace O'Malley bertemu Ratu Elizabeth I. (Wikimedia/Public Domain)

Grace O’Malley dikenal dengan nama Granuaile. Seorang bajak laut wanita tangguh keturunan keluarga perompak di Irlandia. Dia menjalankan tradisi keluarga dengan menguasai garis pantai Irlandia mulai tahun 1560. Dia juga kerap menjarah kapal-kapal yang lewat, dan membunuh sebagian besar awak kapalnya.

Hal ini membuat militer Inggris dan Spanyol harus kerja ekstra keras. Mereka berjatuhan satu per satu untuk melawan kekuatan dari Grace. Hingga pada tahun 1574, Grace ditangkap dan dipenjara selama 1,5 tahun.

Setelah bebas, dia kembali membuat kacau lautan hingga akhirnya Ratu Elizabeth I memerintahkan untuk menangkapnya lagi. Grace meninggal dunia pada tahun 1603.

  1. Jeanne de Clisson

Ilustrasi eksekusi Olivier IV de Clisson. (Wikimedia/Public Domain)

Jeanne de Clisson dikenal dengan julukan Lioness Brittany. Ia merupakan istri dari Oliver IV dengan lima orang anak. Jeanne jadi bajak laut karena ingin balas dendam kepada Raja Prancis Philips VI.

Suaminya dieksekusi setelah sang raja mengkhianatinya. Dari dendam inilah Jeanne memutuskan untuk hijrah ke lautan di area laut Inggris.

Ia menjual semua barang-barang mewah dan membeli tiga kapal. Ia merekrut banyak sekali anggota untuk membajak kapal Prancis yang lewat.

Jeanne akan merampas semua harta dan membunuh semua kru kapal yang ditangkap. Pada tahun 1356 ia memutuskan berhenti dari dunia bajak laut setelah dinikahi seorang Letnan Kapal Inggris bernama Sir Walter Bantley.

Komentar

Loading...