Soal ‘Apa Salah Saya Dukung Jokowi’ Versi Luhut dan TGB

TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) (Muhammad Ridho/detikcom)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkap bahwa TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) telah bercerita ke dirinya perihal problem yang muncul usai pernyataan dukungan TGB ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini cerita Luhut telah dilengkapi oleh pengakuan TGB.

Awalnya, pertemuan antara TGB dengan Luhut terungkap saat Luhut berkomentar perihal rencana sanksi yang hendak dijatuhkan dari Partai Demokrat kepada TGB. Sebagaimana diketahui, dinamika politik itu bermula dari pernyataan TGB mendukung Jokowi lanjut dua periode.

"Dia orang baik, dia juga bilang, 'Yang salah, Bang, apa? Kan saya hanya mendudukkan supaya kita jangan bangsa ini jadi berkelahi," kata Luhut menirukan pernyataan TGB di Sopo Marpingkir HKBP, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Obrolan 'rahasia' yang diungkap Luhut ini sempat bikin geger. Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyayangkan sikap politisi Partai Golkar itu yang memilih membongkar sesi curhat, begitu dia menyebutnya, ke khalayak luas. "Pak Luhut ini juga ngapain curhatan orang kok disampaikan dan disiar-siarkan ke publik," sesal Jansen.

Ketua Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berpendapat TGB seharusnya mendatangi Ketum Demokrat SBY, bukan mendatangi Luhut. "Beliau semestinya datang menghadap Ketua Umum, menyampaikan alasan-alasannya mengambil sikap seperti itu. Jadi bukan ke orang lain," kata Ferdinan. TGB sendiri mengaku sudah meminta waktu ketemu SBY sejak akhir Mei lalu.

Kemudian TGB mengungkapkan hal yang diributkan itu, yakni sesi pembicaraan dengan Luhut. TGB menegaskan bahwa pembicaraan itu bukanlah curhat. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi tema awal pembicaraan itu.

"Saya menyampaikan kepada Beliau tentang perkembangan pembangunan NTB dan beliau juga incharge di dalam menyelesaikan masalah Mandalika khususnya 100 hektare lebih tanah terhambat selama hampir 30 tahun," kata TGB kepada wartawan usai mengisi diskusi di aula pertemuan ICMI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Lantas Luhut menanyakan berita-berita tentang pernyataan TGB mendukung Jokowi dua periode. TGB kemudian menjelaskan ke Luhut.

"Saya hanya sampaikan gini bahwa rasanya yang saya sampaikan itu normatif dan saya mengungkapkan ajakan untuk wacana Pilpres yang sehat nggak usah didominasi oleh sentimen, tetapi kepada tarung gagasan. Jangan pakai ayat perang untuk Pilpres karena kita tidak sedang berperang, kita ini anak-anak bangsa saling ngisi saling lengkapi," kata TGB.

"'Jadi menurut saya nggak salah apa yang saya sampaikan bang'," kata TGB mengulangi pernyataannya saat bertemu Luhut.

Dia menegaskan pertemuannya dengan Luhut tidak punya maksud lain termasuk terkait keterlibatan di Pilpres. "Nggak ada bawa-bawaan. Beliau kan menteri senior, salah satu (bagian) kemaritiman itu pariwisata," sebutnya.

Komentar

Loading...