Kementan: Abdya Pertama Adopsi Verietas Unggul Baru

eorang penyuluh pertanian memotret petugas kementerian pertanian Trimartini yang melakukan tanam padi di sawah bersama Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Selasa (10/7). (Foto Antara Aceh/Suprian)

Blangpidie - Pihak Kementerian Pertanian menyatakan Aceh Barat Daya (Abdya) merupakan kabupaten pertama mengadopsi inovasi teknologi varietas padi unggul baru M-400 dengan baik di Indonesia setelah diperkenalkan 2017.

"Kami turut berbangga pada Bupati Akmal Ibrahim, karena varietas padi unggul baru yang kami perkenalkan pada tahun lalu berkembang sangat baik di Abdya," kata Kasubdit Padi irigasi dan Rawa Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI, Trimartini Patria di Blangpidie, Rabu.

Trimartini menyampaikan rasa bangganya tersebut dihadapan ratusan petani dan para pejabat kabupten Abdya di sela-sela acara tanam perdana padi varietas unggul baru M-400 di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh.

"Varietas padi unggul baru M-400 yang diperkenalkan tahun 2017 langsung diadopsi oleh bupati Abdya. Alhamdulillah, kami bangga karena satu-satunya bupati di Indonesia yang berkenan mengembangkan inovasi teknologi padi ini," ujar Trimartini.

Trimartini mengatakan awalnya acara tanam padi perdana varietas baru M-400 di Kabupaten Abdya direncanakan dilaksanakan langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan RI bersama Bupati Akmal Ibrahim, dan unsur Forkompimda serta petani setempat.

Namun, karena ?ada beberapa daerah di Sulawesi terjadi banjir yang merendam tanaman padi seluas sekitar 7.500 hektare. Sehingga acara tanam padi di Abdya diutus Kasubdit Padi irigasi dan Rawa karena Ditjen Tanaman Pangan mohon ijin ke sana.

"Ke depan Insya Allah Bapak Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian hadir waktu panen raya nanti. Dan beliau berpesan pada saya untuk memberikan reward ke Abdya karena telah berhasil mengadopsi varietas unggul baru di daerah ini," ujarnya.

Ia mengatakan, "reward" yang diberikan oleh pihak Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Abdya tersebut berupa bantuan benih dan pupuk untuk pengembangan padi di lahan tadah hujan dan lahan kering seluas 5.000 hektare.

"Karena prestasi yang diraih oleh Bupati Abdya yang sangat luar biasa, maka kami pihak Kementerian memberikan reward. Kami tawarkan 5.000 hektare bantuan pemerintah untuk pengembangan padi di lahan kering dan tadah hujan," ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan benih padi lengkap dengan pupuk akan disalurkan tersebut termasuk program perluasan areal tanam baru. Namun pihak Kementerian membuka peluang yang sangat luas untuk melakukan pengembangan padi lokal.

"Tidak hanya menggunakan varietas unggul baru yang hibrida. Tapi bantuan benih dan pupuk yang kita salurkan untuk lahan seluas 5.000 hektare ini boleh menggunakan padi lokal. Artinya pemerintah sangat memperhatikan kekayaan asli daerah- daerah di nusantara ini," ujarnya.

Acara tanam padi berlangsung di areal persawahan tersebut turut dihadiri Bupati Akmal Ibrahim, Dandim 0110 Abdya, Letkol ARM Iwan Aprianto, Setdakab Abdya Thamren, perwakilan Dinas Pertanian Aceh, dan para kepala dinas daerah setempat.

Komentar

Loading...