Maradona: Kolombia Dirampok Lawan Inggris

Diego Maradona mengklaim bahwa kekalahan Kolombia bak perambokan. (Foto: Christian Hartmann/Reuters)

Moskow - Diego Maradona mengklaim Kolombia adalah korban perampokan monumental. Hal itu merujuk pada keputusan wasit yang memberi penalti untuk Inggris.

Kolombia kalah 3-4 dalam duel adu penalti melawan Inggris dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Spartak Arena, Rabu (4/7/2018) dinihari WIB. La Tricolor pun harus real angkat koper dari Rusia.

Pertandingan itu berlanjut adu penalti setelah kedua tim berimbang 1-1 sampai extra time. Inggris unggul duluan lewat gol penalti Harry Kane di menit ke-57. Yerry Mina berhasil menyamakan skor di masa injury time.

Maradona tak senang dengan hasil tersebut. Legenda sepakbola Argentina, yang terkenal dengan "Gol Tangan Tuhan" ke gawang Inggris itu, menuding penalti di waktu normal tak sepantasnya didapat Kolombia.

Hadiah penalti diberikan kepada Inggris setelah wasit wasit Mark Geiger menilai Carlos Sanchez melanggar Kane. Tapi, Maradona menilai hal yang sebaliknya, bahwa Kane, lah, yang melakukan pelanggaran karena sengaja menjatuhkan diri saat mendapat kawalan ketat.

"Hukuman itu bukan penalti - itu pelanggaran oleh Kane. Kenapa dia (wasit) tidak menggunakan VAR?" kata Maradona seperti dikutip dari ESPN.

"Saya terguncang karena ketika saya berbicara dengan (Presiden FIFA Gianni) Infantino untuk pertama kalinya, semuanya telah berubah di FIFA: para pencuri telah pergi, perbaikan, dan semuanya," sambungnya.

"Dan hari ini saya melihat perampokan monumental di lapangan. Saya meminta maaf kepada warga Kolombia, tetapi para pemain tidak boleh disalahkan karena hal ini."

Maradona juga menuding bahwa menunjuk Geiger sebagai wasit di pertandingan Piala Dunia adalah kesalahan Kepala Departemen Wasit FIFA, Pierluigi Collina.

"Para wasit dipilih oleh Collina, yang ditunjuk oleh Infantino untuk mengubah wajah FIFA dari pencuri dan pemecah masalah, dan hari ini kami melihat kebalikannya - FIFA lama dan tetap," tambahnya.

Sebelumnya, Geiger juga sudah menjadi sorotan usai memimpin laga antara Portugal melawan Maroko. Kala itu, Nordin Amrabat dari Maroko menuduh bahwa Geiger telah meminta jersey pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, di jeda pertandingan.

Komentar

Loading...