Jokowi Tak Akan Atur Harga Listrik dari Kebun Angin

Foto: Sylke Febrina Laucereno

Sidrap - Proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap hari ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. 'Kebun Angin' raksasa ini akan memiliki 30 wind turbin generator (WTG) yang sudah menghasilkan energi listrik untuk Sistem Sulawesi Bagian Selatan.

Pembangkit ini berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40 persen dan menyerap sekitar 1150 tenaga kerja.

Harga jual listrik disebut harus sesuai dengan harga pasar dan tak bisa diintervensi.

"Ya itu harga pasar, kita tidak boleh beri intervensi. Ini kan investor tak mungkin teken kalau mereka tak untung," kata Jokowi usai peresmian PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

Dia mengungkapkan, dengan banyaknya kompetisi antar investor maka banyak kompetisi untuk membuat harga jual menjadi lebih murah. Jokowi mengungkapkan saat ini banyak yang antre untuk investasi di bidang energi baru terbarukan ini.

"Ada banyak, ngapain diberikan insentif kan yang antre banyak. Izinnya saja yang masih ruwet, itu yang perlu diselesaikan agar izin lebih mudah dan gampang," kata Jokowi.

Pemerintah membangun pembangkit listrik angin ini untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23% dari total bauran energi nasional pada 2025.

Saat ini sebanyak 30 Wind Turbin Generator (WTG) yang terpasang pada PLTB Sidrap telah menghasilkan energi listrik untuk Sistem Sulawesi Bagian Selatan. Pembangkit yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40 persen dan menyerap sekitar 1150 tenaga kerja.

Di lahan seluas 100 hektar, telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. Daerah ini kini menjadi salah satu wisata untuk masyarakat di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar.

Komentar

Loading...