IHSG Menguat 29,25 Poin pada Awal Sesi  

Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan saham awal pekan ini. Aksi beli investor asing dorong penguatan IHSG.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik 29,25 poin atau 0,50 persen ke posisi 5.828,49. Penguatan IHSG berlanjut pada pukul 09.00 WIB. IHSG naik 26,81 poin atau 0,46 persen ke posisi 5.826,92. Indeks saham LQ45 mendaki 0,65 persen ke posisi 914,83. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di posisi tertinggi 5.832,22 dan terendah 5.817,30. Ada sebanyak 135 saham menguat dan 57 saham melemah. 92 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 15.020 kali dengan volume perdagangan saham 1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 469,7 miliar. Investor asing beli saham Rp 451,21 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.324.

Sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham aneka industri turun 1,11 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar susut 0,60 persen dan sektor saham manufaktur melemah 0,38 persen.

Sementara itu, sektor saham infrastruktur naik 0,88 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menguat 0,30 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 0,17 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham BBKP melonjak 24,86 persen ke posisi Rp 432 per saham, saham INDR melonjak 13,95 persen ke posisi Rp 7.350 per saham, dan saham BINA mendaki 4 persen ke posisi Rp 520 per saham.

Saham yang melemah di awal sesi antara lain saham AISA turun 16,39 persen ke posisi Rp 204 per saham, saham TNCA susut 16,03 persen ke posisi Rp 220 per saham, dan saham IMAS tergelincir 5 persen ke posisi Rp 3.230 per saham.

Bursa Asia bervariasi. Indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,52 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,09 persen dan indeks saham Shanghai susut 0,57 persen. Sedangkan indeks saham Singapura menguat 0,10 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,32 persen.

Mengutip Ashmore, IHSG naik 2,33 persen pada Jumat pekan lalu. Sektor saham bank mendorong kenaikan IHSG. Saham bank menguat 2,6 persen dan konsumsi 2,3 persen. BI menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen.

Prediksi Analis

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham hari ini, Senin (02/7/2018). Data rilis ekonomi yang diprediksi terkendali topang laju IHSG.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menuturkan IHSG berpeluang menguat mengawali semester kedua tahun 2018 ini. Kata William, kisaran IHSG akan berada pada 5.640 hingga 5.958.

"Mengawali semester kedua tahun 2018 dengan rilis data perekonomian inflasi dalam kondisi terkendali, dapat memberikan sentimen kepada pola gerak IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat," tuturnya kepada wartawan, Senin.

Seirama, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji juga meramalkan IHSG berpeluang naik pada pergerakan indeks saham. Nafan menuturkan pola long white closing marubozu candle diharapkan dapat membuat IHSG menguat.

"Hari ini diperkirakan indeks berpeluang menuju technical rebound dengan kisaran berada di 5.643-5.879," ujar Nafan.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memprediksi IHSG berpotensi menguat dalam jangka pendek ini. Tren penguatan masih dapat terlihat pada IHSG.

"IHSG untuk hari ini masih menunjukan bullish trend (tren kenaikan) dalam jangka pendek dengan rentan pergerakan 5.793-5.913," tuturnya.

Komentar

Loading...