Sayembara Berhadiah Rp 10 Juta ke Pemberi Info Pembunuh Gajah Jinak di Aceh Timur

Gajah Mati. Foto: Istimewa

Banda Aceh - Pasca terbunuhnya gajah Sumatera jinak bernama Bunta di CRU Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (9/6/2018) kemarin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mitra terkait mengadakan sayembara.

Sayembara yang dilakukan ini berlaku untuk siapa saja yang dapat memberikan informasi akurat terkait pembunuh gajah jinak berusia 27 tahun yang kemarin diketahui kehilangan salah satu gadingnya tersebut setelah dibunuh.

Hal ini diketahui melalui status di akun Facebook milik Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo yang diunggah, Minggu (10/6/2018) malam. "Ini berlaku untuk siapa saja dan berlaku sampai pembunuhnya tertangkap nanti," ujar Sapto saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Dalam status yang dibagikan, disebutkan "BKSDA Aceh dan Mitra Akan Memberikan Hadiah Rp 10 Juta Bagi Siapapun yang Bisa Memberikan Info Akurat Pembunuh Bunta #BuruPembunuh". "Untuk siapapun, termasuk jika pihak kepolisian atau instansi terkait lainnya, kan untuk siapapun," katanya.

Dirinya mengaku kesal dan sangat berang dengan peristiwa ini. Pasalnya, gajah Sumatera jinak yang sudah sejak dua tahun lalu berada di CRU Serbajadi dan ditangkap di Aceh Utara pada 2006 lalu ini adalah gajah pemberani yang biasanya bekerja saat terjadi konflik antara satwa liar khususnya gajah dengan manusia.

"Pelakunya biadab ini, Bunta ini gajah yang paling berani diantara gajah di CRU Serbajadi lainnya saat bertugas jika terjadi konflik satwa liar dengan manusia, tetapi malah dibunuh dan diambil salah satu gadingnya, kita berharap agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," jelasnya.

Bunta, sambung Sapto, dulunya ditangkap saat masih liar dan dilatih untuk menjadi gajah jinak. Selama dua tahun ini Bunta bertugas saat konflik antara satwa liar dan manusia. "Dulu masih ada kebijakan boleh tangkap satwa liar untuk dilatih, tetapi sekarang tidak boleh lagi berlaku sejak 2008," ungkapnya.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...