Ini Kata BMKG Soal Suhu di Aceh Meningkat

Personel TNI bersama warga Desa Bin­tang Alga Musara, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara tengah berusaha memadamkan titik api yang mengancam hutan TNGL Kutacane.(Analisa)

Banda Aceh - Dalam sejumlah pemberitaan di beberapa media disebutkan bahwa provinsi Aceh mengalami peningkatan suhu yang menjadi ekstrim. Hal itu pun dibantah pihak Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Stasiun Blang Bintang, Senin (11/6/2018).

"Adanya peningkatan suhu ekstrim di Aceh itu tidak benar, suhu udara pada bulan ini normal yakni 35 derajat Celcius," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh Stasiun Blang Bintang, Zakaria Ahmad.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu merasa panik. Hanya saja, perlu diperhatikan agar di musim kemarau ini tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

"Disamping itu juga untuk masyarakat terutama kaum ibu agar hati-hati dalam membakar sampah dan pastikan kompor sudah mati ketika meninggalkan dapur," kata Zakaria.

Ia menambahkan, pada musim kemarau ini untuk wilayah Aceh akan terjadi peningkatan pergerakan massa udara dari Benua Australia menuju Benua Asia, sehingga akan menambah peningkatan angin yang bisa mencapai 60 kilometer per jam.

"Terutama masyarakat pesisir bagian Barat-Selatan agar waspada terhadap atap rumah yang diterbangkan angin, peningkatan gelombang laut, untuk para nelayan dan pengguna jasa penyeberangan perlu waspada akan tinggi gelombang maksimum bisa mencapai diatas 3 meter," tambahnya.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...