Remisi Idul Fitri Hemat Dana Makan WBP Rp 32 M

Ilustrasi Napi di Penjara

Jakarta - Pemberian Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018 menghemat anggaran biaya makan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lebih dari Rp. 32 milyar.

"Biaya makan Warga Binaan Pemasyarakatan yang dihemat sebanyak Rp. 32.417.910.000, yakni biaya makan per hari sebesar Rp. 14.700 per orang dikalikan 2.205.300 hari tinggal yang dihemat karena remisi,”ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.

Ia mengungkapkan, sebanyak 80.430 WBP beragama Islam mendapat remisi pada Idul Fitri 1439 Hijriah. Sedangkan sebanyak 446 WBP langsung bebas. Selanjutnya sebanyak 79.984 WBP masih harus menjalani sisa pidana setelah mendapat RK Idul Fitri.

Saat ini, kata dia, WBP dan tahanan yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) berkisar 250 ribu orang. Sedangkan kapasitas atau daya tampung yang tersedia hanya untuk 124 ribu orang.

"Remisi ini paling tidak dapat mengurangi kelebihan daya tampung di Lapas maupun Rutan. Karenapara WBP dapat lebih cepat bebas dengan pengurangan masa menjalani pidana. Sekaligus menghemat anggaran negara,”paparnya.

“Selain itu pemberian remisi juga merupakan wujud negara hadirmemberikan penghargaan bagi wargabinaan atas segala pencapaian positif itu,"kata utami panggilan akrab Dirjen Pemasyarakatan.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produk-si (Latkerpro) Harun Sulianto mengatakan,untuk besaran RK Idul Fitri yang diberikan mulai dari 15 hari sampai 2 bulan.  Hal itu tergantung masa pidana yang telah dijalani.

Menurut dia, tahun ini yang terbanyak adalah penerima remisi sebanyak 1 bulan ( 51.775 WBP),  disusul 15 hari ( 21.399 WBP),kemudian 1 bulan 15 hari ( 6.125 WBP). “Dan terahir  remisi 2 bulan hanya untuk 1.131 WBP saja,”ujarnya.

Adapun sebanyak 5 Kantor Wilayah Kemenkumham terbanyak penerima RKIdul Fitri 1439 Hijriah. Di antaranya adalah Jawa Barat ( 8.654), Jawa Timur ( 6.947), Sumatera Selatan (6.228), Sumatera Utara (5.780), Jawa Tengah( 5.717), dan Kalimantan Timur (4.773).

Harun Sulianto berharap, remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi nara-pidana agar mencapai penyadaran diri untuk terus berbuat baik. Sehingga manjadi warga yang berguna bagi pembangunan. “Baik selama maupun setelah menjalani pidana,”pungkasnya.(ril/adi)

Komentar

Loading...