Polresta Banda Aceh Larang Penggunaan Petasan Saat Lebaran

Aceh BisnisPetasan

Banda Aceh - Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto menegaskan, akan menindak penjual yang memperjualbelikan petasan karena berpotensi menggangu kenyamanan masyarakat di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

“Kemarin tanggal 13 sudah kita lakukan penindakan terhadap distributornya. Kedepan terus kita lakukan razia. Mercon atau petasan yang ditemukan akan kita sita karena mengandung bahan peledak,”kata AKBP Trisno kepada wartawan di Banda Aceh, Jum’at (8/6/2018) malam.

Kapolresta menyatakan, pihaknya akan terus lakukan patroli di tempat-tempat penjualan petasan diwilayah kota Banda Aceh. “Setiap penjual dan pengguna petasan atau mercon dapat dijerat dengan hukum pidana,”jelasnya.

Untuk itu, Kapolresta Banda Aceh ini menghimbau kepada masyarakat setempat agar tidak menjual dan membakar petasan. “Kalau kedapatan menjual petasan maka kami akan menyita dan mengambil semua barang dagangannya,”jelasnya saat ngopi bareng bersama wartawan di salahs atu warkop di Kota setempat.

Selain itu, Kapolresta juga melakukan pengamanan dan patroli kesejumlah daerah yang rawan pencurian. Dan juga melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah jelang lebaran nantinya.

Untuk menjaga ketertiban mudik ada sejumlah pos terpadu yang ditempatkan disejumlah titik di Banda Aceh, yakni di terminal Bathoh,  Pelabuhan Ulee Lheue, terminal mini bus Lueng Bata, dan Ingin Jaya.

Terkait teroris, Polresta juga akan mengerahkan personilnya untuk memperketat pengamanan saat lebaran tiba. Antisipasi ini diberikan  untuk menjaga kemanan dan kenyamanan bagi masyarakat di Provinsi Aceh.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh melarang penggunaan petasan atau mercon selama Hari Raya Idul Fitri 1439 H nanti. Hal ini dibahas pada rapat forum pimpinan daerah, Jum’at (8/6/2018) di pendopo Wali Kota kawasan Blang padang.

Rapat ini dipimpin Wali Kota, H Aminullah Usman. Turut hadir Wakil Wali Kota, H Zainal Arifin, Dandim 0101/BS, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto S IP, Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto, Kajari Banda Aceh, Erwin Desman, Sekdakota Banda Aceh, Ir Bahagia Dipl SE dan sejumlah pejabat jajaran Pemko Banda Aceh.

Wali Kota , H Aminullah Usman menghimbau warga agar tidak menjual petasan atau mercon saat lebaran. “Pedagang yang terlanjur membeli, Wali Kota menyarankan untuk dikembalikan lagi atau dijual ke luar Aceh,”katanya.

Selain membahas soal mercon, rapat ini juga membahas pengamanan mudik. Wali Kota meminta warga yang ikut mudik untuk berhati-hati agar selamat sampai ke tujuan.

“Sebelum mudik pastikan dulu rumah terkunci dengan baik. Kemudian cek gas elpigi dan listrik agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Damkar tolong berikan sosialisasi ke warga dan tingkatkan kesiapsiagaan juga,” pinta Wali Kota.

Juga Bahas Penyelesaian Kisruh MPU

Pada forum ini juga membahas langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan kisruh di lembaga Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh.

Hasil musyawarah MPU Kota sampai hari ini masih menjadi perdebatan dan hasilnya belum bisa diterima oleh salah-satu pihak.

Forkopimda Banda Aceh memutuskan akan meminta musyawarah digelar ulang. “Kita sudah bentuk tim kecil dimana Kankemenag Kota sebagai Ketua. Dari pertemuan dengan MPU Provinsi, kebijakan yang akan diambil adalah menggelar musyawarah ulang,” ujar Wali Kota.

Informasi dari Kankemenag Kota Banda Aceh, Asy’ari, keduabelah pihak yang masih berseberangan sudah duduk bersama diinisiasi oleh MPU Provinsi Aceh. “MPU Provinsi telah memanggil keduabelah pihak, mereka menyarankan musyawarah ulang. Dan ini sudah disetujui oleh pihak-pihak yang bersengketa,” ungkap Asy’ari.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...