Pemerintah Aceh Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Nur Yaqhah

IMG-20180605-WA0040

Tapaktuan - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ahmad Dadek, berkunjung dan memberikan bantuan masa panik untuk korban kebakaran Dayah Nur Yaqdhah di Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (6/6/2018).

Kedatangan rombongan wakil gubernur ke lokasi bekas kebakaran disambut langsung oleh Pimpinan Dayah Nur Yaqdhah, Abu Muda Syukri Wali, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan.

Abu Muda Syukri Wali kepada Wagub Nova mengungkapkan betapa hatinya sedih atas musibah yang telah menghanguskan 54 bilik santri di dayah miliknya dalam sekejap.

“Jika saja semua dayah ini diambil (terbakar) oleh Allah, maka saya mungkin berhenti menjadi Abu,” ujarnya.

Kerena itu dia sangat berharap bantuan dari Pemerintah Aceh agar dapat segera membantu pembangunan puluhan bilik yang telah terbakar tersebut.

Sementara itu, Wagub Nova dalam sambutannya mengatakan, musibah kebakaran yang terjadi pada Senin 4 Juni 2018 pukul 00.50 WIB tersebut merupakan cobaan dari Allah, maka untuk itu sebagai hamba kita dituntut untuk harus tetap bersyukur.

"Abu Syukri Wali, pimpinan Dayah Nur Yaqhah yang kami cintai, orang hebat bukan orang yang selalu sukses, melainkan orang hebat adalah orang yang bangkit kembali setelah ditimpa musibah. Kami yakin Abu Syukri Waly adalah orang hebat," katanya.

Pada 2004 lalu, Aceh diuji dengan musibah yang maha dahsyat, kalau musibah tersebut menimpa negara lain mungkin sudah gila, dimana harta, dan orang-orang tercinta hilang ditelan musibah.

"Namun karena kita punya keimanan, kita sadar ini adalah cobaan dan harus bangkit kembali. Alhamdullillah sekarang Aceh sudah bangkit, baik dari pembangunan dan Pendidikan, ini ada hikmah di balik musibah. Karena Allah tidak mungkin menutup satu pintu tanpa membuka Pintu yang lain, paling kurang dengan musibah ini kita bisa saling bertemu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wagub Nova memuji Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, dan Kepala Pelaksana BPBA, Ahmad Dadek, yang disebut wagub sebagai orang-orang yang selalu terdepan dalam urusan kemanusiaan yang selalu siap setiap ada musibah terjadi.

"Untuk itu hari ini kami memberikan bantu masa panik. Tentu saja ini tidak cukup melainkan butuh tahap berikutnya berupa rehab (bangunan) yang nanti bisa dengan Dinas Pendidikan Badan Dayah Dayah,"katanya.

Namun, Wagub mengingatkan agar dalam membangun kembali bangunan yang telah ludes terbakar agar mencari konsultan perencanaan yang baik dan faham sehingga bangunan ke depannya tidak lagi mudah terbakar.

"Saya minta Pemerintah Aceh Selatan harus mengawasi (pembangunan, baik kualitas, kapasitas, kuantitas dan termasuk keuangan, jangan sampai bocor buku, sehingga kemudian ada pemberian fee ini dan fee itu, ngaku-ngaku berjasa. Ini kita minta semua pihak untuk dalam mengawasi membangun ini," katanya.

Menurut Wagub Nova, dengan adanya dayah tersebut, ada hal yang tidak bisa kita ukur manfaatnya adalah lingkungan akan terpagari dari kemaksiatan dan narkoba.

"Mudah-mudahan Abu Syuki harus bertawakal dan harus bangkit kembali, Pemerintah Aceh akan membantu semampu kami, " katanya.

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Kepala BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S. STP, Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Musni Yacob, Sekda Aceh Selatan, Nasjuddin, SH, Asisten II Pemkab Aceh Selatan, Zaini Bakri, Isteri Wakil Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati, Anggota DPRA, Tanwier Mahdi dan beberapa Anggota DPRK Aceh Selatan.

Adapun bantuan masa panik yang duberikan berupa:
1) Triplek 150 lembar
2) Kain sarung 80 lembar
3) Mukena 80 lembar
4) baju koko 80 lembar
5) Sajadah pendek 240 lembar
6) CD pria 100 buah
7) Tong air 5 unit
8) Baskom karet 5 unit
9) Gelas 10 lusin
10) piring 10 lusin
11) garpu 10 lusin
12) Sendok 2 lusin
13) Sandang 100 paket
14) Terpal 50 lembar
15) Selimut 120 lembar
16) Matras 30 lembar
17) Sarden 25 kotak
18) Sambal/saus 25 kotak
19) Kecap 25 kotak
20) Roti biskuit 15 kotak. (ril/ded)

Komentar

Loading...