BNNP Aceh Musnakan Sabu Senilai 34,5 Miliar

Sabu dimusnkan dengan cara di blender dengan menggunakan alkohol.(foto:Acehbisnis.co)

Banda Aceh - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, memusnahakan barang bukti sabu-sabu seberat 23 kilogram atau senilai 34,5 miliar. Sabu tersebut dari hasil sitaan 1 April 2018 lalu di Desa Cot Manyang, Kecamatan Baktiya, kabupaten Aceh Utara.

Pemusnahan barang haram tersebut yang dipasok dari negeri jiran Malaysia itu dilakukan dengan cara di blender dengan menggunakan alkohol di Kantor BNNP Aceh di Banda Aceh, Rabu (30/5/2018).

Selain itu, BNNP Aceh juga menghadirkan tiga orang tersangka pemilik sabu-sabu itu masing-masing berinisial MUN, ZAH dan MUL.

Turut hadir dalam pemusnahan sabu tersebut, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Kapala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra, serta pihak terkait lainnya.

Kepala BNN Aceh Brigjen Pol. Faisal Abdul Naser mengatakan, barang bukti narkoba yang dibungkus dalam bungkusan teh china itu disita pada saat penangkapan terhadap tersangka MUN di Aceh Utara oleh tim gabungan BNN RI, Bea Cukai dan BNN Aceh.

“Sabu yang dimusnakan ada 23 bungkus atau sekitar 23 kg dengan nilai satu kilogramnya mencapai 1,5 miliar. Jika dinilai keseluruhan maka nilainya mencapai Rp34,5 miliar,”kata Kepala BNN Aceh kepada wartawan.

Ia menyebutkan, sabu ini datangnya dari Malaysia, kalau rangkaiannya bisa dari China. Selanjutnya, para tersangka berniat menjualnya di wilayah Indonesia. “Tapi mereka semua ditangkap di wilayah Aceh,”ungkapnya.

Faisal menyebutkan narkoba tersebut sebelumnya diambil oleh para tersangka di tengah laut, selanjutnya di bawa ke darat dengan kapal kecil dan di tanam sebelumnya akhirnya disita petugas. Beberapa tersangka sempat melarikan diri ke Banda Aceh, namun telah berhasil ditangkap, dan saat ini dalam proses pemberkasan dan akan diserahkan ke kejaksaan.

“Saya tidak bisa mengatakan pengawasan laut lemah tapi yang pasti pintu masuknya kesini terlalu besar, kita bisa melihat pada tahun 2017 lalu hasil tangkapannya mencapai 600 kg lebih,” ujarnya.

Ia mengakui para tersangka ini juga memiliki hubungan dengan kasus-kasus yang telah diungkap sebelumnya, seperti penangkapan tersangka Abdullah dengan barang bukti 40 kg sabu-sabu.

BNN Aceh, kata Faisal terus melakukan berbagai upaya untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di Aceh, hal itu terlihat dengan meningkatnya jumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Ia berharap agar para tersangka ini dihukum-hukum seberat-seberatnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengharapkan generasi muda di Kota Banda Aceh bebas dari penyalagunaan dan perendaran narkotika. “Karena sabu ini sangat berbahaya karena dapat merusak generasi Aceh kedepan,”ungkapnya.

“Untuk mencengah peredaran narkotika di wilayah Banda Aceh, kami meminta bantuan dari BNN dan BNNP Aceh untuk mencegah terjadinya peredaran narkotika, sehingga Banda aceh menjadi contoh bagi daerah lain yang bebas narkoba,”kata Aminullah.(iqb/iqb)

Komentar

Loading...