Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Turun

Ilustrasi Foto Suku Bunga (iStockphoto)

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan risiko kredit yang ditunjukkan dengan non-performing loan (NPL) mengalami penurunan.

"Risiko kredit yang ditunjukkan oleh NPL perbankan tercatat 2,79 persen. Ini trennya sudah menurun dibanding periode tahun lalu di atas 3 persen," kata Wimboh, di Gedung Kementerian Keuangan RI, Senin (28/5/2018).

Wimboh mengungkapkan, pada periode-periode sebelumnya, seperti 2015-2016, angka kredit bermasalah cukup tinggi.

Tingginya NPL, lanjutnya, disebabkan beberapa harga komoditas yang mengalami penurunan. "Memang NPL meningkat, ini terkait penurunan harga komoditas di beberapa sektor," ujarnya.

Dia menyatakan bahwa NPL kali ini menurun sebab perbankan sudah melakukan restrukturisasi. "Kita sudah minta perbankan melakukan restrukturisasi kreditnya," Wimboh menjelaskan.

Komentar

Loading...