Pasca Tragedi Sumur Minyak, Kapolsek Ranto Peurelak Dicopot

Ipda Noca Tryananto disumpah dalam pelantikan dan pengukuhan sebagai Kapolsek Ranto Peureulak di halaman Mapolres Aceh Timur, Senin (28/5). (Foto Antara Aceh).

Peudawa - Sebulan pascatragedi ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Pasi Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Propinsi Aceh, Rabu (25/4), jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ranto Peureulak, kini resmi diganti.

Sebelumnya Kapolsek Ranto Peureulak dijabat Iptu Aiyub, SE. Beberapa hari setelah terjadinya peristiwa bebakaran yang menewaskan puluhan jiwa itu, Iptu Aiyub ditarik ke Polres Aceh Timur dengan alasan membantu penanganan dan penyelidikan kasus kebakaran sumur minyak.

Untuk melanjutkan tugas sehari-hari kapolsek, Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, menunjuk Iptu M Daud sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Ranto Peureulak.

Selesai masa tugas Iptu M. Daud, kini Kapolsek Ranto Peureulak dijabat Ipda Noca Tryananto, S.Tr.K, yang sebelumnya menjabat Kanit Pidum Polres Langsa. Pergantian Kapolsek Ranto Peureulak berlangsung dalam Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, di halaman Mapolres Aceh Timur di Peudawa, Senin (28/5).

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, dalam amanatnya mengharapkan, pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri ditempat tugas yang baru seraya menjalin silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat, sehingga berbagai kemungkinan dan potensi gangguan kamtibmas dapat dideteksi sejak dini. "Layani, ayomi dan lindungi masyarakat," ujar Wahyu.

Danramil juga dicopot

Pasca musibah kebakaran sumur minyak dipedalaman Aceh Timur, Danramil Ranto Peureulak, Lettu Inf. Miswanto, juga ikut dicopot dari jabatannya. Pencopotannya berdasarkan perintah Pangdam IM, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin ke Danrem 111/Lilawangsa dan Dandim 0104/Aceh Timur.

Kini, jabatan Komandan Rayon Militer (Danramil) Ranto Peureulak dijabat Kapten Czi Karsono. Pangdam IM beralasan, pencopotan danramil setempat karena yang bersangkutan mengetahui aktifitas pertambangan minyak ilegal sebelum terjadi kebakaran, Rabu (25/4) hingga menewaskan 28 orang dan 30 orang lainnya masih dirawat.

Komentar

Loading...