Ngabalin Masuk Istana, Gerindra Makin Yakin Jokowi Kalah di 2019

Foto: Dok. Ali Mochtar Ngabalin

Jakarta - Politikus Golkar Ali Mochtar Ngabalin masuk ke lingkaran Istana menjadi tenaga ahli utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), dengan salah satu tugasnya menjadi juru bicara pemerintah. Gerindra yakin masuknya Ngabalin ke lingkaran Presiden Joko Widodo akan membuat sang petahana kalah pada 2019.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menyoroti rekam jejak Ngabalin yang disebutnya 'akrab' dengan kekalahan. Ngabalin, pada 2009, saat masih mengenakan almamater PBB, memilih jalan berbeda soal Pilpres 2009. PBB mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, sedangkan Ngabalin ke Jusuf Kalla-Wiranto dan menjadi bagian dari tim sukses pasangan itu. Jagoan Ngabalin kalah waktu itu.

"Dengan masuknya Bang Ngabalin, maka ini merupakan pertanda kekalahan Pak Jokowi di 2019 nanti karena Bang Ngabalin kan selama ini merupakan politisi yang akrab dengan kekalahan. Mulai kalah melawan MS Kaban di perebutan Ketum PBB, lalu kalah waktu mendukung Pak JK dan Wiranto, dan terakhir kalah di Pilpres 2014," tutur Andre, Rabu (23/5/2018).

Pada 2010, Ngabalin sempat menantang MS Kaban dalam Muktamar III PBB tapi kalah. Ngabalin kemudian pindah ke Golkar.

Golkar, di Pilpres 2014, mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Ngabalin menjadi anggota tim sukses pemenangan pasangan itu. Dia memperkuat tim debat Prabowo-Hatta.

Dengan segala rekam jejak Ngabalin dan kondisi bangsa saat ini, Andre yakin Prabowo Subianto akan menjadi pemenang pada Pilpres 2019.

"Ditambah dengan semakin sulitnya kehidupan masyarakat saat ini, kami semakin meyakini bahwa Pak Prabowo insyaallah akan menang di Pilpres 2019 nanti," tegas Andre.

Komentar

Loading...