Kesaksian Anak Anton Teroris Rusun Sidoarjo kepada Kapolri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjenguk A (15), anak teroris Anton Febrianto. (Foto: dok. Istimewa)

Surabaya - A (15), anak teroris Anton Febrianto, menceritakan sosok ayahnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. A mengaku berkali-kali diajak 'berjihad' oleh Anton.

Iqbal mengatakan Tito menjenguk A, yang kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, siang tadi. Kepada Tito, A menerangkan alasannya tak mau menuruti ajakan sang ayah.

"Namun ia menolak dengan alasan tidak sesuai pemikirannya dan bertolak belakang dengan ajaran Islam," ujar Iqbal.

Saat ditanyai seputar keberadaan bom di kediamannya, lantai 5 Blok B Nomor 2 Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, A mengucapkan itu adalah milik ayahnya. Tapi dia tak tahu benda yang dirakit ayahnya adalah sebuah bom.

"Bahwa bom yang meledak pada malam itu memang benar milik ayahnya yang dirakit sendiri. A tidak memahami bahwa yang dirakit oleh ayahnya itu adalah sebuah bom," ucap Iqbal.

Menurut A, lanjut Iqbal, ayahnya belajar merakit bom dari video tutorial di internet, salah satunya YouTube. "Hasil belajar melalui internet dan YouTube," sambung Iqbal.

A adalah anak kedua Anton dan Puspita Sari (47). Saat bom meledak di kamar mereka, ibu dan kakak perempuannya tewas. Sedangkan ayahnya selamat, tapi ditembak aparat lantaran hendak meledakkan diri.

A bersama dua adiknya yang selamat, F (11) dan H (11), kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Komentar

Loading...