Bela Palestina, Mahasiswa Takengon Bakar Bendera Israel

Mahasiwa melakukan bakar bendera Israel sebagai bentuk kecaman dan kemarahan terhadap zionis dalam aksi bela Palestina di Bundaran Simpang Lima Takengon, Senin, (14/5/2018) (Antara Aceh/Kurnia Muhadi)

Takengon - Seratusan mahasiswa lintas organisasi di Kabupaten Aceh Tengah bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menggelar aksi bela Palestina di Bundaran Simpang Lima kota Takengon, Senin.

Dalam aksi tersebut para mahasiswa turut membakar bendera Israel sebagai bentuk kemarahan terhadap zionis yang telah melakukan banyak pembantaian di Palestina.

Koordinator aksi, Mukhlisin, kepada wartawan mengatakan mahasiswa bersama KNRP dalam hal ini menyuarakan 9 poin tuntutan, yang diantaranya mengutuk dan menolak keras setiap upaya menjadikan Al Quds (Jerussalem) sebagai ibu kota Israel dan mendukung sepenuhnya aksi 11 Mei atau Aksi Indonesia Bebaskan Masjid Al Aqsa.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk memperhatikan dan membela perjuangan rakyat Palestina dalam usaha pembebasan Masjid Al Aqsa," tutur Mukhlisin.

Dalam orasinya, mahasiswa turut menyuarakan ajakan bagi seluruh kaum muslimin untuk terus menerus berbuat membantu perjuangan rakyat Palestina sampai terbebasnya Al Aqsa dan Al Quds dari cengkraman zionis Israel.

Mahasiswa juga meminta Pemerintah Aceh serta pemerintah seluruh kabupaten/kota se Aceh untuk ikut berpartisipasi aktif menghimpun dan menggalang sumber daya pemerintah untuk membantu Palestina.

Presiden Pema Universitas Gajah Putih Takengon, Julian Binasco, yang turut serta dalam aksi tersebut kepada wartawan menyampaikan bahwa sampai kapanpun mahasiswa akan terus membantu perjuangan rakyat Palestina hingga terwujudnya kemerdekaan bangsa Palestina.

"Kami akan terus turun ke jalan menyuarakan kemerdekaan Palestina. Apapun yang bisa kami lakukan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina kami selalu siap," ujar Julian.

Pantauan wartawan aksi tersebut dimulai setelah massa berkumpul di halaman Masjid Agung Ruhama Takengon, lalu melakukan long march menuju Bundaran Simpang Lima Takengon untuk melakukan orasi di sana.

Mahasiswa mengakhiri aksinya dengan kembali melakukan long march keliling kota Takengon hingga kembali menuju halaman Masjid Agung Ruhama Takengon. Aksi tersebut berjalan tertib dan damai.

Komentar

Loading...