Catatan ‘Bidadari Surga’ di Kamar Terduga Teroris Sukabumi

Foto: istimewa

Sukabumi - Personel Densus 88 dan Polres Sukabumi menggeledah kamar kos terduga teroris di Cikembar, Sukabumi, Minggu (13/5/2018). Sejumlah barang bukti diamankan.

Informasi yang diperoleh detikcom, barang bukti diamankan petugas antara lain 4 busur panah, 18 anak panah, 3 belati ukuran 30 sentimeter, 1 parang, 1 gergaji, 3 katapel, 12 kelereng kecil, 2 kaos loreng coklat, 2 celana pendek loreng krem, 1 tas hitam, 1 dompet berisi KTP, paspor dan SIM a/n Bathi Bagus Nugraha, kacamata renang, 4 toples warna ungu, 1 buah buku "Al-Haqq Wa Al-Yaqin tentang Memusuhi Para Thaghut dan dan Orang-orang Murtad" penulis Abu Abdurahman Al sari, 1 ransel warna hijau, 1 tas loreng dan sebuah ponsel dan secarik kertas.

Kertas itu berisi coretan tentang syahid dan bidadari surga, sayangnya sebagian coretan yang ditulis tangan itu terlihat tidak jelas. Begini isinya:

Nasyid Harian ... (kurang jelas)

Senangnya aku.. senangnya aku

Kini aku (coretan) syahid wahai keluargaku.. 2x

Aku kini hidup di dalam surga..

Bersama bidadari yg sangat mempesona

Kafanilah aku bersama daulahku

(Coretan) itu kebanggan dan kebesaranku

Jangan kau obati ceceran lukaku

Kuburkanlah aku bersama sajadahku

Kerinduanku adl (kurang jelas) (kurang jelas) (kurang jelas)

Kematianku adl krn menolong agamaku

Wahai istriku ... (kurang jelas) (kurang jelas) (kurang jelas)

Wahai ibu

Di balik lembaran kertas itu, ada tulisan lain yang berisi ;

Bagaimana kau lupa saudaraku,

Bangunlah saudaraku..

Bergeraklah di jalanku.. 2x

Janganlah kau diam (kurang jelas)

Sungguh aku (kurang jelas) (kurang jelas) menuju surga.

Foto: istimewa

Selain barang bukti, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial MG dan perempuan bercadar berinisial SRA. Menurut keterangan polisi MG dan SRA berstatus sebagai suami istri.

"Keduanya diamankan petugas dari dalam rumah kosan tersebut, mereka berstatus sebagai suami istri," kata Nasriadi saat dimintai keterangan oleh wartawan usai penggeledahan.

Nasriadi juga menjelaskan, tim masih melakukan penyelidikan di wilayah Sukabumi. SRA diketahui merupakan warga Kabupaten Sukabumi. "Tim masih bergerak," singkatnya.

Komentar

Loading...