BI Bersama MPU se-Aceh Bahas Konsep Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyelenggarakan pertemuan dengan perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dari kabupaten/kota se-Aceh guna membahas konsep pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berlangsung di Aula Sekretariat MPU Aceh Minggu, (13/5/18).

Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh Teuku Munandar mengatakan pertemuan dengan MPU Kabupaten/Kota Se-Aceh ini diharapkan dapat memperoleh  masukan ulama terhadap program akselerasi ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Aceh.

Ia mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah mulai diminati oleh banyak negara di dunia. Hal tersebut didasari oleh pertumbuhan jumlah muslim dan perkembangan ekonomi syariah secara global yang begitu pesat serta semakin diminatinya industri berbasis halal.

”Di Indonesia, ekonomi dan keuangan syariah juga terus berkembang, antara lain ditandai oleh perkembangan berbagai lembaga keuangan Islam seperti perbankan syariah, takaful, koperasi syariah, dan pasar keuangan syariah, serta berbagai lembaga sosial Islam,” ujarnya.

Selanjutntya, Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Sunarso dalam pemaparannya mengatakan, mengenai konsep pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui beberapa pendekatan yang disusun dalam sebuah kajian yang bertajuk “Master Plan Percepatan Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Aceh”.

”Dalam kajian tersebut tertuang beberapa program strategis untuk mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Aceh, antaranya program kemandirian ekonomi pesantren, program santripreneur dan pesantrenpreneur, serta program edukasi dan seminar ekonomi syariah,” jelas Sunarso.

Sejauh ini, kata Sunarso, beberapa program tersebut telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, yaitu memberdayakan kemandirian ekonomi pesantren serta mengikutsertakan pesantren dan pelaku ekonomi syariah dalam event Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

“Konsep ekonomi dan keuangan syariah ini mendapatkan apresiasi dan sambutan hangat dari para ulama perwakilan MPU se-Provinsi Aceh. Hal tersebut nampak dari animo peserta yang aktif dalam menyampaikan pendapat serta masukan untuk memperkaya konsep tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh, Tgk. Muslim Ibrahim, juga menyampaikan bahwa Aceh sebagai daerah yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam berkehidupan, sudah selayaknya menjadi kiblat dari pelaksanaan ekonomi syariah secara kaffah (menyeluruh).

Menurutnya, penerapan islam secara kaffah tidak lepas dari penerapan aspek muamalat/ekonomi syariah. Hampir tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam aktivitas muamalat. Kewajiban mempelajari ekonomi syariah disebabkan setiap muslim tidak terlepas dari aktivitas muamalat/ekonomi.

“Akibat kurang memperhatikan ekonomi syariah, umat islam masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, tidak memahami fungsi uang, dan terlibat dalan praktik riba,” ungkapnya. (ded/ded)

Komentar

Loading...