Najib: Kalah Pemilu, Mundur dari UMNO dan Dicekal

Najib Razak /Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Kuala Lumpur - Setelah kalah pemilu, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menghadapi persoalan baru. Najib dicegah ke luar negeri karena sedang diselidiki terkait dugaan kasus.

Najib kalah dari pemimpin oposisi Malaysia, Mahathir Mohamad pada pemilu 9 Mei. Koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Mahathir menang dalam perolehan kursi parlemen atau Dewan Rakyat.

Setelah kalah, Najib menyatakan diri mundur dari jabatan ketua Partai United Malay National Organisation (UMNO). Pengunduran diri Najib diumumkan usai UMNO menggelar rapat dewan tertinggi di markasnya di Kuala Lumpur.

"UMNO dan Barisan Nasional mengalami kekalahan besar (dalam pemilu ke-14). Saya, sebagai Presiden UMNO dan Ketua Barisan Nasional, telah mengambil keputusan untuk mundur," ujar Najib dalam konferensi pers di Putra World Trade Centre seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (12/5/2018).

Sebelum Najib menyatakan mundur, Departemen Imigrasi Malaysia mengumumkan larangan ke luar negeri atau pencegahan untuk Najib dan istrinya, Rosmah Mansor.

"Departemen Imigrasi baru saja mem-blacklist Najib dan Rosmah untuk meninggalkan negara ini," tegas Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Mustafar Ali.

PM Malaysia, Mahathir Mohamad, mengakui dirinya yang memerintahkan agar Najib dan istrinya dicegah ke luar negeri. Tapi Mahathir enggan menjawab secara gamblang pencegahan terkait penyelidikan skandal korupsi.

"Memang benar, bahwa saya yang mencegah Najib dan istrinya untuk meninggalkan negara ini," ucap Mahathir.

"Ada banyak laporan terhadapnya (Najib-red), yang semuanya harus diselidiki," sambungnya.

Najib mengaku menghormati keputusan pencegahan ke luar negeri. Najib menyebut akan tetap berada di Malaysia.

"Saya menghormati keputusan itu dan saya akan tetap berada di dalam negeri dengan keluarga saya," ujar Najib via akun Twitter resminya, @NajibRazak.

Komentar

Loading...