Lubang Raksasa Sedalam 20 Meter Tiba-tiba Muncul di Selandia Baru

Lubang menganga raksasa yang muncul di Selandia Baru (AFP/TVNZ)

Wellington - Sebuah lubang menganga berukuran raksasa tiba-tiba muncul di Selandia Baru. Lubang menganga ini mengungkapkan bagian dalam gunung api berusia 60 ribu tahun.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/5/2018), lubang menganga ini muncul di area peternakan di North Island sejak pekan lalu. Lubang menganga ini muncul setelah hujan deras mengguyur kota Rotorua.

Lubang menganga ini memiliki kedalaman sekitar empat bus tingkat yang ditumpuk atau setinggi enam lantai. Panjang lubang menganga ini dilaporkan mencapai dua kali lapangan sepakbola.

Keberadaan lubang menganga ini menarik perhatian para pakar gunung api di Selandia Baru. Bagian dalam lubang menganga ini diyakini merupakan lapisan bebatuan dari 60 ribu tahun lalu.

Para pakar meyakini hujan telah mengikis lapisan batuan ribuan tahun yang ada di bawah tanah, hingga akhirnya membuat lapisan tanah amblas dan membentuk ngarai.

"Ini cukup spektakuler, ini jauh lebih besar dari yang biasanya kita lihat," sebut pakar vulkanologi setempat, Brad Scott.

Disebutkan Scott bahwa lubang menganga itu memiliki kedalaman 20 meter dan panjang 200 meter. Scott menyatakan bahwa peternakan yang menjadi lokasi munculnya lubang menganga ini membentang di atas kawah gunung api yang sudah lama tidak aktif.

"Apa yang saya lihat di dasar lubang adalah endapan gunung api yang aslinya berusia 60 ribu tahun yang muncul dari kawah ini," tutur Scott kepada media lokal TVNZ.

Peternak Colin Tremain menyebut salah satu pekerjanya yang sedang menggembala sapi menjadi orang pertama yang mendapati lubang menganga itu di area peternakannya. Kemunculan lubang menganga semacam ini tergolong umum di areanya, namun Tremain menyebut lubang menganga ini sebagai yang terbesar yang pernah dilihatnya.

Ditambahkan Tremain bahwa dirinya tidak bisa melakukan banyak hal untuk menghentikan tanah menghilang secara dramatis seperti ini. "Saya akan memasang pagar di sekitarnya dan melupakannya, buang-buang waktu untuk mengisinya kembali," ujar Tremain kepada Radio NZ.

Komentar

Loading...