Pidie Apam Fair Sarana Memperkenalkan Kuliner Aceh

Aceh BisnisPidie Apam Fair

Pidie – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengharapkan Pidie Apam Fair mampu menjadi salah satu event wisata tradisional yang digelar setiap tahun di Provinsi Aceh.

“Pidie Apam Fair ini merupakan bentuk kebanggaan dan sarana memperkenalkan keragaman kuliner Pidie kepada masyarakat luas,”kata Dyah Erti Idawati, pada pembukaan Pidie Apam Fair, yang dipusatkan di Alun-alun Kota Sigli, Minggu (30/4/2018).

Ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Pidie cukup peduli dengan kelestarian kuliner Aceh, sehingga muncullah gagasan untuk menyelenggarakan lomba Tot Apam (membakar kue serabi) dalam acara Pidie Apam Fair 2018 ini. “Sepanjang pengetahuan kami, ini merupakan festival apam pertama yang pernah diadakan di Aceh,”ujar Dyah Erti.

“Wajar jika ada masyarakat Aceh yang gembira dengan adanya festival seperti ini. Apalagi bagi mereka yang mengetahui kelezatan kue apam,”ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, kegiatan seperti ini turut menjadi media nostalgia bagi warga yang pernah merasakan nikmatnya kue apam yang diracik oleh ibu, nenek atau anggota keluarga lainnya di masa lalu.

"Pidie Apam Fair ini merupakan sebuah kegiatan wisata yang sangat potensial dikembangkan di masa depan,”ungkapnya.

Karena menurutnya selain untuk melestarikan masakan tradisional kita, juga untuk memperkenalkan makanan khas Aceh kepada masyarakat luas. “Sehingga masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal kopi Gayo, timpan, mie atau kuah kari sebagai kuliner dari Aceh, tapi  juga mengenal apam sebagai salah satu makanan khas dari daerah kita,”kata Dyah Erti.

Untuk itu, Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pidie yang telah menggagas event yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orang ahli peracik apam, yang berasal dari 23 kecamatan di Pidie. Para peserta akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di event perdana ini.

Festival Apam Pidie

Sementara itu, Plt Ketua TP PKK Pidie, Wikan Wistihartuti mengatakan, Pidie Apam Fair merupakan salah satu upaya nyata dalam melestarikan dan mengembangkan aset yang jelas dan nyata.

Untuk itu, kita perlu keterampilan untuk melestarikan dan memperkenalkan kuliner Aceh, khususnya Apam kepada masyarakat luas. “Saya yakin kuliner dan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Pidie mampu dikembangkan kedepan nantinya,”katanya.

Selain itu, tambahnya, masyarakat Pidie sebagai peserta juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan aset budaya dan kuliner pidie sekaligus mengembangkannya.

“Kita berharap Pidie Apam Fair dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya penguatan lokal sebagi jati diri masyarakat kabupaten pidie, dan akan kita jadikan ajang promosi bagi pariwisat di kabupaten pidie sekaligus mampu menjadi penyemangat khususnya bagi kawula muda untuk berkiprah lebih serius di bidang usaha kuliner yang sangat menjanjikan,”ungkapnya.

"Apam Fair ini sebagai sarana mengenalkan masakan khas nusantara juga menjadi identitas dari sebuah daerah dalam rangka melestarikan, juga mengembangkan dan mempromosikan khasanah dan keberagaman makanan khas Aceh sebagai kekayaan identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh khususnya kabupaten pidie,”terangnya.

Pantauan wartawan, terlihat banyak warga yang ikut serta dalam Pidie Apam Fair 2018. Selain itu, event kuliner ini juga turut memancing ribuan pengunjung untuk datang ke Lapangan Alun-Alun Kota Sigli.

Usai kegiatan tersebut, Dyah Erti didampingi Bupati Pidie, Roni Ahmad, meninjau sejumlah stand di lokasi. Dyah juga mendapatkan les singkat dari para peserta tentang bagaiman cara tot apam yang baik dan benar.(raj/ded)

Komentar

Loading...