Sisa Minyak di Lokasi Sumur yang Meledak Disedot

Foto: detikcom

Aceh Timur - Api yang menyembur di sumur minyak ilegal di Ranto Peureulak, Aceh Timur, akhirnya padam pada Kamis (26/4/2018) sekitar pukul 07.20 WIB. Pemadam kebakaran, BPBD, dibantu TNI-Polri, juga melakukan pendinginan di sekitar area sumur minyak dengan menyiramkan air.

"Kemarin, hasil koordinasi dengan Pertamina. Mereka membuat lubang seperti parit (saluran pembuang). Pada ujungnya nanti dibuat lebih besar sehingga dapat menampung cairan kandungan minyak yang mengalir saat apinya padam," kata salah seorang petugas gabungan, Rasyidin, kepada detikcom, Kamis (26/4/2018).

Lubang itu dibuat oleh pihak Pertamina dengan tujuan agar masyarakat tidak terkena imbas sumur minyak tersebut.

"Menurut cerita orang Pertamina, kalau apinya sudah padam, dia akan mengeluarkan cairan. Agar cairannya tidak merambat ke masyarakat, maka dibuatlah lubang seperti parit untuk mengaliri cairan tersebut. Pada ujung parit, dibuat lubang besar supaya semua cairan yang teraliri tertampung dan tidak lagi membahayakan masyarakat," sebut Rasyidin.

Pantauan detikcom, hingga Kamis sore, petugas dari Pertamina tampak sedang melakukan upaya pemindahan cairan yang dialiri dari sumur minyak yang sudah padam melalui parit (saluran pembuang) buatan menggunakan truk untuk diamankan ke tempat lain.

Akibat ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, 21 orang meninggal dunia dan 39 orang luka-luka. Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Aceh Timur dan beberapa orang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Insiden ledakan itu terjadi pada Rabu (25/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Komentar

Loading...