Kelompok Tani Diharapkan Jadi Ujung Tombak Pemanfaatan Perkarangan Rumah

Tanaman Cabai.(Foto:Acehbisnis.co)

Banda Aceh - Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin membuka secara resmi Lomba Asah Terampil Petani Aceh (LAT-PA) Tingkat Kota Banda Aceh 2018. Ajang yang juga merupakan rangkaian HUT Banda Aceh ke-813 ini diikuti oleh 27 kelompok tani se-Banda Aceh.

Mengusung tema “Kita Tingkatkan Pengetahuan, Keterampilan dan Prestasi Tani Untuk Mewujudkan Banda Aceh yang Gemilang”, acara ini berlangsung di halaman kantor Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (PPKP) Banda Aceh, Gampong Pande, Kamis (26/4/2018).

Kepala PPKP Banda Aceh Zulkifli Syahbuddin mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memacu dan memotivasi kelompok tani dalam menggiatkan usaha taninya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Selain meningkatkan prestasi para peserta dalam menggali teknologi lokal,  kata Zulkifli juga sebagai ajang silahturahmi dan share pengalaman antar kelompok tani yang ada di Banda Aceh.

“Peserta dalam lomba ini merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan, dimana masing-masing kecamatan mengirimkan tiga perwakilannya,” katanya seraya menyebutkan pemenang lomba nantinya akan mewakil Banda Aceh ke ajang yang sama di tingkat provinsi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Zainal Arifin mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas inisiatif Dinas PPKP Banda Aceh untuk menggelar acara yang sangat bermanfaat bagi masyarakat petani ini.

“Soal pertanian ini juga menjadi perhatian kita dalam Raker Pemko Banda Aceh beberapa waktu yang lalu. Mengingat lahan yang terbatas, solusi yang mungkin kita terapkan adalah memanfaatkan halaman rumah warga untuk bercocok-tanam,” katanya.

“Misalnya dengan menanam pohon-pohon yang bermanfaat untuk kebutuhan keluarga seperti sayur-mayur dan tanaman obat-obatan yang dapat berfungsi sebagai apotek hidup. InsyaAllah ini dapat membantu cost keluarga untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, bahkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga jika digarap dengan optimal,”ungkapnya.

Ia menambahkan, petani di Banda Aceh dapat menggunakan sistem hidroponik untuk bercocok-tanam yang tidak memakan banyak tempat. “Program ujicoba akan kita buat di satu kecamatan. Budidaya Jambu Madu yang harganya tinggi dapat menjadi pilihan untuk menambah pendapatan keluarga,”jelasnya.

“Tanaman lain yang mungkin bisa jadi pilihan adalah Lada yang juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Sepengetahuan saya, per batangnya hanya membutuhkan lahan sekira 1,5 meter persegi. Saya berharap kelompok tani dapat menjadi ujung tombak pemanfaatan RTH di perkarangan rumah warga ini,”pungkasnya.(ril/ded)

Komentar

Loading...