Pilpres 2019, Demokrat Tawarkan Koalisi Beli Satu Dapat Tiga

Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan saat Konfrensi Pers di Gedung DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (22/10/2015). Partai Demokrat Menilai bahwa pemerintah telah melaksanakan tugas-tugas penegakan kedaulatan bangsa. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Serang - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan partainya sedang berpolitik dengan strategi sepakbola tanpa bola di Pemilihan Presiden 2018. Dia menjelaskan, saat ini semua partai politik (parpol) peserta pemilu tak ada yang bisa mencalonkan capres-cawapres tanpa berkoalisi.

"Jadi koalisi (Demokrat) bukan soal siapa cawapres-nya, tapi kami akan berkoalisi dengan program yang kami terima," kata Hinca, ditempat yang sama, Minggu 24 April 2018, di Serang.

Yang jelas, ia mengatakan ada keuntungan didapat parpol yang berkoalisi dengan Demokrat. Ia mengistilahkan dengan beli satu dapat tiga.

Keuntungan pertama. lanjut Hinca, mitra koalisinya bisa memperoleh suara 10 persen pendukung Demokrat. Kedua, mendapatkan pengalaman SBY yang pernah menjadi Presiden selama dua periode.

Dan ketiga, mendapatkan dukungan politik dari 100 juta pemilih milenial yang merupakan pendukung dari AHY.

"Terus tik tok tik tok (giring bola), sampai depan gawang, ini sudah babak kedua. Kalau hanya mengumumkan capres nya saja belum lengkap. Kami akan selesaikan dulu pilkada sampai Juni, Juli bercakap cakap kesitu, kemudian Agustus akan kami ambil langkah kesitu (capres-cawapres)," ujarnya.

Sesuai Pilihan Rakyat

Sementara itu, Ketua Umum Demokrat, SBY mengaku akan memasangkan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sesuai kehendak rakyat. Ia akan mengambil keputusan usai melakukan lawatan Nusantara.

"Insha Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan masih rakyat banyak," kata SBY, dihadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Minggu malam, 24 April 2018.

Komentar

Loading...