Cambuk Dilakukan di Lapas, Irwandi: Redam Protes Pihak Luar

acehbisnis.coEksekusi cambuk

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf resmi menandatangani kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementrian Hukumdan Ham Aceh terkait dengan pelaksanaan hukum jinayat di Banda Aceh, Kamis (12/04/2018).

Penandatangan itu disaksikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly. Salah satu isi dari perjanjian tersebut, Kemenkum HAM Aceh bersedia memberikan tempat pelaksanaan cambuk di Lembaga Permasyarakatan yang ada di Aceh.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyebutkan, aturan tersebut diatur dalam Pergub Nomor 5 Tahun 2018.

Ia mengatakan, tujuan cambuk diterapkan di lapas untuk meredam protes pihak luar sehingga timbul islamophobia. “Saya tidak mau pelaksanaan hukuman cambuk mengganggu urusan luar negeri,”kata Irwandi.

“Untuk meredam protes pihak luar. Dengan hukuman di penjara bisa disaksikan masyarakat tergantung kapasitas penjara, tidak bisa bawa anak kecil, tidak bisa bawa kamera,”terangnya.

Terkait adanya penolakan dari masyarakat, Irwandi mempersilahkan untuk menolaknya. “Itu dilakukannya atas pertimbangan banyak hal, seperti menghindari disaksikan oleh anak kecil, dan menjaga nama baik dari pelanggar,”ungkapnya.

Ditempat yang sama Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly mengaku kerjasama tersebut terkait pelaksanaan eksekusi cambuk yang akan dilakukan di penjara.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar mengatakan, Pergub yang ditandatangani 28 Februari 2018 itu tidak bertentangan dengan qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dan qanun Aceh nomor 7 tahun 2013 tentang hukum acara jinayat.

Menurut dia, yang berubah hanya pasal terkait lokasi cambuk, selebihnya tetap seperti sebelumnya. “Kajiannya melibatkan semua pihak, termasuk MPU, aktifis dan akademisi,”pungkas Munawar.(adi/adi)

Komentar

Loading...