2 Ribu Hari Sudah Robot Penjelajah Curiosity Berada di Mars

detikfbf9604a-b08b-4ba6-aff7-e408eaf6ace6

Jakarta - Wahana penjelajah Curiosity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merayakan 2.000 hari berada di planet Mars, dan menyelidiki Kawah Gale di Planet Merah.

Curiosity mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012. Satu hari di Mars disebut sol, sama dengan 24 jam 39 menit dan 35 detik. Jadi 2.000 hari di Mars setara dengan 2.055 hari di sini, di planet Bumi.

Wahana robot yang juga dikenal sebagai Laboratorium Ilmiah Mars (Mars Science Laboratory (MSL), telah melakukan banyak penjelajahan dan pengamatan yang luar biasa. Berikut ini beberapa di antaranya, dipilih oleh oleh tim sains Curiosity.

Menoleh ke belakang: Dalam sejarah penjelajahan ruang angkasa, gambar-gambar planet paling dramatis yang pernah diambil justru adalah Bumi, tetapi difoto jauh dari kedalaman luar angkasa. Gambar ini diambil oleh Mastcam di Curiosity Rover menunjukkan planet kita sebagai titik cahaya yang samar di langit malam Mars. Setiap hari, para ilmuwan dari seluruh dunia menggerakkan penjelajah Curiosity dan mempelajari Planet Merah itu dari jarak sekitar 160 juta km dari Bumi.

Awal mula: Gambar pertama diambil Curiosity hanya 15 menit setelah mendarat pada tanggal 5 Agustus 2012. Mendapatkan citra dan data lainnya yang dikirim dari sana bergantung pada lintasan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), pola yang menentukan struktur hari Mars, atau sol. Foto ini menunjukkan gambar Front Hazard Camera yang kasar - tim biasanya menggunakannya untuk membantu menghindari berbagai hambatan- demi mencapai tujuan utama kami, Mount Sharp. Ketika gambar ini tiba, kami tahu bahwa misi ini akan menjadi misi yang sukses.

Kerikil sungai: Setelah kami bisa mengendalikan wahana (16 sol setelah mendarat), kami segera menemukan hamparan kerikil ini. Bentuk bundar dengan lengkungan mulus menunjukkan bahwa kerikil-kerikil itu terbentuk di sebuah sungai kuno yang dangkal, mengalir dari dataran tinggi yang berusia empat miliar tahun sekitar lokasi itu, ke Kawah Gale. Gambar inset Mastcam menunjukkan salah satu kerikil dalam jarak dekat. Berbeda dengan perkiraan kita sebelum MSL, kerak planet yang terkikis oleh sungai tidak seluruhnya merupakan basalt primitif berwarna gelap, tetapi merupakan komposisi dan mineralogi yang sudah berevolusi. Kerikil yang terperangkap di sungai purba ini membuat kita mengkaji kembali pandangan tentang bagaimana terbentuknya kerak dan mantel beku di Mars.

Danau purba: Sebelum mendarat, dan di bagian awal misi, tim tidak begitu yakin apa sebetulnya seluruh dataran yang diidentifikasi dari citra orbital MRO HIRISE itu. Bisa saja itu adalah bekas aliran lava atau sedimen danau. Tanpa "kebenaran lapangan" dari dekat, mustahil untuk memastikannya. Citra ini menyelesaikan perdebatan dan merupakan tahap menentukan dalam eksplorasi Mars. Yellowknife Bay terdiri dari lapisan pasir berbutir halus, dan lumpur yang mengendap ketika sungai mengalir ke danau kuno Kawah Gale. Kami mengebor 16 lubang pertama kami di hari Mars atau sol ke-182. Kami melakukannya -di situs John Klein ini- untuk memasukkan batu ke spektrometer yang ditempatkan di tubuh wahana kami. Hasilnya - antara lain mengidentifikasi lempung, berbagai organik dan senyawa pembawa nitrogen - menunjukkan kepada kita bahwa dulunya planet ini adalah lingkungan yang dapat dihuni untuk kehidupan mikroba. Langkah penemuan berikutnya - Apakah pernah ada kehidupan? - masih harus diselidiki lebih lanjut.

Air dalam: Kawasan perbukitan Pahrump Hills yang ditemukan Curiosity di sekitar sol ke-753 adalah kunci untuk mengembangkan pemahaman kita tentang lingkungan Gale di masa lalu. Di sini wahana mengamati batu-batuan lumpur berlapis tipis, yang merupakan bagian dari partikel-partikel lumpur yang keluar dari tekanan di danau yang lebih dalam. Danau Gale dulunya, dalam jangka waktu yang lama, merupakan perairan yang dalam.

Ketidakselarasan -atau Lapisan yang tak menerus: Di Gunung Stimson, pada sol ke-980, wahana Curiosity mengidentifikasi suatu unit batu pasir tebal yang melapisi deposit danau, terpisah oleh fitur geologis yang disebut unconformity -ketidakselarasan lapis bebatuan tak menerus, yang terbentuk dari zaman yang berbeda. Ketidakselarasan ini menunjukkan masa ketika proses erosif mengambil alih selama jutaan tahun sesudah danau itu akhirnya kering - untuk membentuk permukaan tanah baru. Ini menunjukkan bukti atas peristiwa-peristiwa yang terjadi selama "kedalaman waktu," mirip dengan yang diramalkan oleh ahli geologi perintis James Hutton dalam kerja lapangannya pada akhir abad ke-18 di Siccar Point di Pantai Skotlandia.

Pasir gurun: Bukit-bukit pasir Namib yang ditemukan oleh Curiosity di sol 1192 adalah bagian kecil dari padang gurun Bagnold yang besar. Ini merupakan padang gurun aktif pertama yang dieksplorasi di permukaan planet lain -di luar Bumi, dan Curiosity harus bergerak sangat berhati-hati dan memilih jalur secara seksama karena pasir bergerak merupakan hambatan besar bagi pergerakan wahana itu. Meskipun atmosfer Mars jauh lebih kecil kepadatannya dibanding Bumi, namun masih mampu mengangkut sedimen dan menciptakan struktur yang indah sebagaimana yang bisa kita lihat di padang pasir Bumi.

Pahatan angin: Murray Buttes, bukit puncak pipih Murray, difoto oleh Mastcam pada sol 1448, terbentuk dari batu pasir yang sama yang diamati di Gunung Stimson dan merupakan hamparan gundukan yang terbentuk dari pasir yang mirip dengan yang ada di padang gundukan Bagnold sekarang. Batu pasir yang dibentuk oleh gurun ini terletak di atas bebatuan yang mengandung lapisan berbeda, dan ini menunjukkan bahwa setelah periode iklim lembab yang panjang, iklim menjadi lebih kering dan angin menjadi agen dominan dalam membentuk lingkungan di Kawah Gale.

Lumpur kering: Curiosity mampu melakukan analisis terinci bebatuan Gale dengan laser ChemCam dan teleskop yang dipasang pada tiangnya. Di sini, di sol 1555 di Schooner Head, kami menemukan sekumpulan lumpur kuno dan urat sulfat. Di Bumi, danau biasanya mengering di tempat-tempat di sekitar pinggiran, dan di Mars pun, danau Gale tidak berbeda. Anda dapat melihat silang-silang merah, titik yang kami tembakkan laser ke batu, menciptakan percikan plasma kecil. Panjang gelombang cahaya pada percikan-percikan itu menginformasikan komposisi dari batu lumpur dan lajur-lajur itu.

Langit berawan: Gambar berurutan ini diambil dengan Kamera Navigasi Curiosity (NavCam) pada sol 1971 saat kami mengarahkannya ke langit. Kadang-kadang di hari-hari paling kelam di Mars kita bisa melihat awan di langit. Gambar-gambar ini diproses untuk menyoroti perbedaan-perbedaannya, untuk memungkinkan kita melihat awan bergerak melintasi langit. Urutan gambar itu menunjukkan fitur awan yang sebelumnya tak terlihat dengan pola zig-zag yang menonjol. Tiga gambar itu, dari awal hingga akhir, mencakup sekitar 12 menit Mars.

'Selfie' wajib: Selama bertahun-tahun, wahana Curiosity mendapatkan reputasi yang menyaingi para pengguna Instagram untuk banyaknya "selfie" yang diambil sepanjang perjalanannya. Selfie ini tidak semuanya untuk pamer sebetulnya, melainkan untuk membantu tim melacak keadaan wahana sepanjang misi seperti kedaaan roda dan pembersih debu. Potret-potret diri Curiosity diambil dengan menggunakan wahana Mars Hand Lens Imager (MAHLI) yang terletak di lengan robot dan dihasilkan dengan menggabungkan serangkaian gambar resolusi tinggi menjadi suatu mosaik. Gambar ini diambil pada sol 1065 di wilayah Buckskin menunjukkan gagang utama Curiosity dengan teleskop ChemCam yang digunakan untuk menentukan komposisi bebatuan, dan kamera Mastcam. Di latar depan Anda dapat melihat bahwa Curiosity baru saja mengebor, meninggalkan tumpukan serbuk abu-abu.

Perjalanan panjang: Panorama ini diambil dengan Mastcam menunjukkan perjalanan Curiosity sejauh 18,4 km selama 5 tahun terakhir dari lokasi pendaratan Bradbury ke lokasi saat ini di Vera Rubin Ridge (VRR). VRR sebelumnya dikenal sebagai Ridge Hematit karena konsentrasi mineral oksida besi hematit yang tinggi yang terdeteksi di sini dari orbit. Karena hematit sebagian besar terbentuk ketika ada air, lokasi ini merupakan target prioritas penyelidikan bagi tim sains Curiosity untuk mengkaji bagaimana kondisi di Kawah Gale berubah sepanjang sejarah geologisnya. Lokasi kunci ini merupakan titik sempurna bagi Curiosity untuk menjalani sol ke-2000, dan bagi kita semua untuk menoleh kembali terhadap berbagai penemuan yang sudah dicapai dalam misi ini sejauh ini.

Oleh John Bridges, Ashwin Vasavada, Susanne Schwenzer, Sanjeev Gupta, Steve Banham, Candice Bedford, Christina Smith, Brittney Cooper & MSL Team

Komentar

Loading...