Anggota Muslim Cyber Army: Kami Bantai Grup Cabul dan LGBT

Foto: Polisi membekuk 6 orang pelaku penyebaran isu provokatif dan ujaran kebencian (hate speech) yang tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA). (detikcom)

Jakarta - Anggota Muslim Cyber Army (MCA) Muhammad Luthfy menyatakan mereka banyak menumbangkan akun dan grup di media sosial yang dianggap sebagai lawan. Pihak yang jadi target adalah grup cabul dan grup LGBT selain target utama adalah penista agama.

"Grup cabul, grup LGBT juga kita bantai," ujar Luthfy dalam wawancara khusus dengan detikX pada Senin (5/3/2018).

Luthfy mengatakan pihaknya menjadikan grup LGBT dan grup cabul sebagai perhatian. Hal ini karena MCA memandang grup tersebut bertentangan.

"Kenapa? Pertama, karena di perang akun ini ada yang namanya tip dan triknya. Semakin banyak kita menghanguskan akun, kekuatan akun kita untuk merobohkan akun lawan itu semakin kuat," katanya.

"Kedua, grup-grup LGBT itu bertentangan. Dan grup-grup seperti itu sangat mudah dihancurkan. Itu jadi ladang latihan kita. Kenapa mudah dihancurkan? Karena sifatnya grup itu menarik massa, makanya setting-an grupnya 'public'," imbuhnya.

Menurut Luthfy, bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis moral selain masalah kampanye hitam dan krisis moral. Dia melihat banyak grup gay bermunculan di media sosial.

"Banyak akun juga yang menawarkan diri. Coba sekarang Anda buka grup, banyak grup gay. Ada grup gay Palembang, gay Bandung, gay Aceh. Bisa dibuktikan," ucapnya.

Luthfy menyebut berita palsu atau hoax belum tentu dibuat oleh MCA. Ia menyebut MCA secara global melihat adanya ketimpangan-ketimpangan.

"Balik lagi saya katakan, yang bikin hoax itu belum tentu MCA, belum tentu Jasmev, belum tentu Projo, belum tentu Kecebong. Kalau MCA secara global bisa kita bilang yang beragama kami (Islam) yang merasa ada ketimpangan-ketimpangan bisa dinamakan MCA. Tapi juga saya tidak bisa memungkiri saya juga kadang marah, kesal, karena tidak semua yang menyebut diri MCA itu inteligensianya bisa nangkap," jelasnya.

Komentar

Loading...