Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Ilustrasi Harga Minyak Naik (Liputan6.com/Sangaji)

Jakarta - Harga minyak dunia kembali naik didukung permintaan yang tinggi dan komitmen Arab Saudi untuk mengurangi produksi minyak sejalan dengan kesepakatan negara-negara produsen minyak (OPEC). Kenaikan tersebut mencapai yang tertinggi selama tiga pekan.

Melansir laman Reuters, Selasa (27/2/2018), harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 40 sen menjadi US$ 63,95 per barel. Rekor tertinggi sempat menyentuh US$ 64,24 per barel dalam 20 hari.

Sementara harga minyak mentah Brent naik 29 sen menjadi US$ 67,60 per barel. WTI dan Brent masing-masing mengalami kenaikan sebesar 3 persen dan hampir 4 persen pada pekan lalu.

Harga minyak terus menanjak karena pernyataan Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih yang mengatakan, produksi minyak mentah di Arab Saudi akan menurun pada Januari-Maret ini. Sedangkan rata-rata volume ekspor kurang dari 7 juta barel per hari.

Al-Falih lebih lanjut menjelaskan, Arab Saudi berharap negara-negara anggota OPEC dapat mengikis hambatan produksi minyak tahun depan, dan menciptakan kerangka kerja permanen untuk menstabilkan harga minyak setelah kesepakatan memangkas produksi minyak berakhir di 2018.

"Sebuah studi sedang berlangsung dan begitu kita tahu persis apa yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan pasar, kita akan umumkan langkah selanjutnya. Mungkin memangkas kendala produksi," terang Al-Falih.

Data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat pada pekan lalu menyebut stok minyak mentah AS mengalami penurunan.

"Menurut kami permintaan (minyak) akan cukup kuat, tapi kami tidak melihat terobosan besar," kata Analis Joel Hancock.

Dia memperkirakan harga minyak mentah akan berada di kisaran US$ 60-US$ 70 per barel sepanjang tahun ini.

Untuk diketahui, perusahaan minyak nasional di Libya mengatakan bahwa mereka telah force majeure di ladang minyak El Feel sebesar 70 ribu barel per hari, setelah terjadi demonstrasi yang menutup ladang minyak.

Komentar

Loading...