Bocah Ini Tak Sengaja Temukan Telur Berlafaz Allah

Usai menemukan telur dengan cangkang berlafaz Allah, bocah Manado itu tak jadi bersekolah. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Manado - Najwa Khumaira Andaheng (12), warga Kelurahan Lawangirung Lingkungan III, Kecamatan Wenang, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tak menyangka telur ayam yang dibelinya bakal membuat heboh warga sekitar. Penyebabnya, ada lafaz Allah di cangkang telur itu.

Penemuan telur langka itu berawal saat pelajar SMP Muhammadiyah Manado ini, hendak berangkat ke sekolah, Selasa pagi, 6 Februari 2018. Karena lapar, dia meminta mamanya Nurniati Abdun (42) untuk menggoreng telur.

Mamanya lalu memberikan uang Rp 2.500 dan menyuruhnya membeli telur di warung dekat rumahnya. Namun, telur yang diberikan pemilik warung terasa aneh karena pada cangkang telur seperti ada benjolan-benjolan dan diraba kasar.

"Biasanya kulit telur itu licin dan mulus dipegang. Tapi ini kasar dan terlihat seperti ada garis-garis yang timbul," ujar Najwa saat ditemui di rumahnya, Kamis sore, 8 Februari 2018.

Najwa lantas menyampaikan keanehan telur itu kepada mamanya. Saat diperiksa, mamanya terkejut karena garis-garis timbul membentuk tulisan seperti lafaz Allah.

"Garis-garis itu sangat menyerupai lafaz Allah, sungguh saya sangat terkejut mengetahui itu," kata Nurniati.

Nurniati lalu memanggil keluarga seisi rumah untuk memberitahukan telur temuan anaknya. Adiknya, Risdiyanto Abdun (40), yang juga tinggal serumah lalu mengabadikan telur itu dengan kamera ponsel dan mengunggahnya ke media sosial.

"Banyak yang beri komentar tidak percaya foto itu, termasuk anggota keluarga lain. Tapi saya bilang, datang saja ke rumah dan lihat sendiri, baru mereka percaya," kata Risdiyanto.

Najwa saat itu, akhirnya tidak jadi berangkat ke sekolah. Sedangkan, telur itu tidak jadi digoreng, tapi disimpan dalam wadah yang diberi alas kapas. Sejak penemuan telur itu, rumah mereka mulai banyak didatangi tetangga, keluarga mereka dari jauh, serta warga lainnya.

Sarang Semut

Sarang semut membentuk lafaz Allah di Bukittinggi (Liputan6.com / Surya Purnama)

Sebelumnya, warga dan pelintas di sekitar Pengadilan Negeri (PN) Klas I B Kota Bukittinggi dihebohkan dengan sarang semut berbentuk lafaz Allah terlihat di salah satu pinggiran trotoar, Bukittinggi, Sumatera Barat. Sejak tiga hari belakangan fenomena tak biasa itu membuat heboh dan sempat menjadi tontonan masyarakat Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Dari keterangan warga sekitar, sarang semut merah yang nampak aneh itu pertama kali ditemukan warga pada Selasa, 17 Oktober 2017, sekitar pukul 21.00 WIB, dan tulisan lafaz Allah ini hilang sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun hingga keesokan harinya masih banyak warga yang mendatangi trotoar itu. Sayangnya esok paginya sarang semut itu menghilang.

"Tidak ada hujan, sarang semut itu hilang tiba-tiba. Kami tidak tahu ke mana pindahnya," kata Suprapto (35), salah seorang masyarakat sekitar pada Kamis, 19 Oktober 2017.

Sarang itu sendiri tampak begitu bersih dan tersusun rapi membentuk huruf W, layaknya penulisan lafaz Allah dalam Alquran. "Banyak sekali orang yang datang melihat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berdesakan melihat sarang semut merah," kata Suprapto

Fenonema sarang semut berlafaz Allah ini sempat membuat kemacetan jalan hingga lebih 50 meter. "Semoga Fenomena itu menjadi tanda keberkahan bagi kami masyarakat sekitar. Yang jelas, itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah," kata seorang warga Doni Saputra (34).

Sementara itu salah seorang pengunjung yang berjalan kak Eri (26), mengatakan, informasi adanya tulisan lafaz Allah dari sarang semut ini awalnya didapatkan dari media sosial, yang menyatakan bahwa kalau di trotoar depan Kantor Pengadilan Negeri Bukittinggi ada sarang semut berlafazkan Allah. Penasaran, dia langsung mendatangi lokasi.

"Setelah sampai di lokasi, masyarakat yang melewati kawasan Luak Anyia ini ramai, yang menyebabkan macet sampai 50 meter dari kedua arah jalan sehingga susah untuk mencari lokasi parkir, dan tidak berselang lama lafaz Allah itu sudah berangsur menghilang," katanya.

Komentar

Loading...