Harga Beras Melambung, Pengusaha Buru Gabah ke Pelosok Desa

panen padi (acehbisnis.co/dedisaputra)

Banyumas - Pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kelabakan mencari stok gabah untuk memenuhi permintaan konsumen beras yang kini harganya terus membubung tinggi.

Mereka berburu hingga pelosok desa untuk mencari cadangan gabah yang mungkin masih dimiliki petani. Pasalnya, gabah di pasaran sudah langka. Harganya pun sudah amat tinggi.

Seorang pengusaha penggilingan padi di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, Sugeng Riyadi mengatakan, saat ini harga gabah sudah mencapai Rp 6.500 per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, harga gabah di tingkat petani hanya Rp 4.750 hingga Rp 5.500 per kilogram. Akibatnya harga beras pun turut naik.

Menurut dia, kenaikan harga gabah dan harga beras ini dipicu oleh minimnya stok di gudang pengusaha beras dan di tingkat petani. Sebab, panen raya masa tanam kedua (MT 2) lalu tak begitu bagus. Akibatnya, pengusaha beras tak bisa menyerap banyak gabah.

Serangan hama tikus dan wereng nyaris terjadi menyeluruh di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Sebab itu, hasil panen pun menurun dan berkualitas jelek. Imbasnya, harga gabah melambung. Harga beras ikut naik.

Ia mengaku sudah berburu gabah hingga wilayah pegunungan Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir. Pekan ini, ia hanya memperoleh gabah sebanyak 7 ton. Jika digiling, gabah tersebut hanya menghasilkan sekitar 4,2 ton beras.

"Tapi sekarang di Karanggayam, juga sudah habis," ujarnya, Kamis, 11 Januari 2018.

Komentar

Loading...