Tak Ada Pemadaman Bergilir, PLN Harus Beri Jaminan Kepada Rakyat Aceh

acehbisnis.coIlustrasi pembangkit Listrik

Banda Aceh - Anggota Komisi VI DPR Fadhlullah berharap penambahan pembangunan pembangkit di Provinsi Aceh dapat mengoptimalkan ketersediaan energi di daerah tersebut sehingga Aceh terbebas dari pemadaman bergilir.

"Kami sangat berharap Aceh itu terbebas dari pemadaman listrik bergilir di mana saat ini Aceh memiliki banyak pembangkit dan dalam tahun 2018 ini, PLN juga sedang membangun Mobile Power Plant (MPP) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Aceh Fase I 50 megawatt di Aceh Besar," katanya di Banda Aceh, Jumat (12/01/2018).

Pernyataan itu disampaikan sebagai salah satu apresiasi terhadap komitmen dari PT PLN dalam mengoptimalkan ketersediaan energi untuk masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Menurut dia, apa bila dalam perjalanan masih ada pemadaman bergilir seiring dengan terus meningkatkan pembangkit yang ada di wilayah Aceh, maka perlu ada sebuah evaluasi kembali oleh PT PLN Aceh.

"PT PLN harus memberi jaminan kepada masyarakat Aceh agar tidak ada lagi pemadaman bergilir sebab akan merugikan masyarakat terutama yang mengandalkan energi listrik sebagai sumber pendapatan keluarga," kata Anggota DPR asal Aceh tersebut.

Ia juga menyarankan agar PT PLN Aceh dapat tanggap dan cepat dalam mengatasi berbagai hal terutama dalam pemeliharaan pembangkit sebagai antisipasi tidak terjadi pemadaman bergilir di masa mendatang.

"Jika ada yang masuk masa pemeliharaan maka harus dicarikan pengganti sementara untuk menyuplai energi ke masyarakat dan apa bila tidak cepat ditangani pemadaman bergilir pasti akan terulang lagi," kata politisi yang akrap di sapa Dek Fad itu.

PT PJB yang merupakan anak perusahaan dari PT PLN (Persero) mendapat tugas dari perusahaan tersebut untuk (Mpp) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Aceh di Gampong Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

PT PJB akan membangun dua MPP di wilayah Aceh dengan total kapasitas 150 Mw yang terdiri dari tahap awal PJB akan membangun MPP Aceh Fase l berkapasitas 50 MW dan kemudian akan dilanjutkan Fase ll berkapasitas 100 MW. Pembangunan MPP Aceh tersebut merupakan proyek yang dibangun sebagai pelaksanaan program kelistrikan 35.000 MW.(ded/ded)

Komentar

Loading...