Penyaluran Bantuan Pupuk untuk Kelompok Tani Dimanipulasi

Atasi Kecurangan, Babinsa Pantau Ketersediaan Pupuk Subsidi di Aceh Besar.(AcehBisnis)

Blangpidie - Proses penyaluran pupuk bantuan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) untuk 180 kelompok tani di Aceh Barat Daya (Abdya) terindikasi ada terjadinya manipulasi data penerima, sehingga aparat hukum diminta untuk mengusutnya.

Berdasarkan data yang diperoleh pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Abdya, Jumat menyebutkan, dua kelompok tani di Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, yakni Koptan Karya Bersama dan Koptan Blang Roh masing-masing terdaftar sebagai koptan penerima bantuan pupuk NPK tanaman padi sumber dana APBA tahun anggara 2017.

Namun, Ketua kelompok tani Karya Bersama, Zakaria Abas, dan Ketua kelompok tani Blang Roh, Mukhtar Hadi mengaku hingga hari ini pihaknya belum menerima pupuk bantuan itu.

Padahal, pupuk bantuan tersebut telah disalurkan oleh petugas pertanian sekitar tiga pekan lalu.

"Kelompok tani Karya Bersama ada masuk dalam daftar penerima pupuk bantuan itu. Tapi, sampai saat ini saya selaku ketua kelompok belum menerima pupuk bantuan itu. Sementara, menurut informasi saya peroleh, pupuk itu sudah disalurkan ke orang lain beberapa Minggu lalu," ungkap Zakaria Abas saat dikonfirmasi wartawan.

Zakaria Abas yang merupakan Ketua kelompok tani Karya Bersama itu mengaku telah mempertanyakan persoalan pupuk bantuan tersebut kepada petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL).

"Ketika saya pertanyakan, petugas PPL membenarkan bahwa kelompok saya itu mendapat bantuan pupuk dari pemerintah, tapi pupuknya telah diambil oleh orang lain dengan cara menukar nama ketua kelompok tani Karya Bersama," ungkapnya.

Selain kelompok tani Karya Bersama, indikasi manipulasi data penerima bantuan juga terjadi pada kelompok tani Blang Roh. Mukhtar Hadi selaku Ketua kelompok di Desa Le Lhob itu juga mengaku tidak menerima bantuan pupuk tersebut meskipun nama kelompoknya terdaftar sebagai penerima bantuan.

"Ketika saya telusuri, nama penerima pupuk yang dicantumkan pada kelompok tani Blang Roh itu Amiruddin, yakni sekretaris kelompok. Namun, saat saya tanyakan pada beliau, saudara Amiruddin mengaku tidak pernah menerima, dan menandatangani tanda penerimaan pupuk bantuan," ungkapnya.

Mukhtar menduga, pupuk bantuan jenis NPK 16-16 Mahkota yang disalurkan pemerintah untuk kelompok tani Blang Roh tersebut telah diambil oleh pihak lain secara diam-diam. Apalagi, cap setempel kelompok tani atas nama Blang Roh selama ini dipegang oleh PPL.

"Kami petani berharap, aparat hukum agar mengusut siapa orang yang telah mengambil pupuk bantuan milik kelompok kami dengan cara memanipulasi data penerima itu. Supaya tidak terulangi lagi di masa-masa akan datang," pintanya

Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Abdya, Hamdan sebelumnya mengatakan, sebanyak 175 ton pupuk jenis NPK 16-16 Mahkota yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh tersebut telah disalurkan kepada kelompok tani yang tersebar dalam sembilan kecamatan.

"sebanyak 175 ton pupuk NPK Mahkota bantuan untuk lahan sawah seluas 3.500 hektare di Kabupaten Abdya itu telah kita serahkan pada masing-masing ketua kelompok tani sekitar dua minggu yang lalu untuk selanjutnya dibagikan kepada anggota kelompok tani dipedesaan," ungkapnya.

Hamdan berkata, pupuk bantuan sebanyak 175 ton yang bersumber dari APBA 2017 tersebut disalurkan langsung oleh pihak Pemerintah Provinsi Aceh kepada 180 kelompok tani di sembilan kecamatan.

"Kami dari pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten hanya mendampingi saja, karena pupuk bantuan itu disalurkan langsung oleh pihak Dinas Pertanian Provinsi kepada kelompok tani penerima," ujarnya.

Komentar

Loading...