Legislator Minta Bulog Pastikan Ketersedian Beras di Aceh Aman

Kabulog Aceh tinjau toko beras.(Foto:Acehbisnis.co)

Banda Aceh - Anggota Komisi IV DPR Salim Fakhry meninjau harga beras di Pasar Peunayong Banda Aceh dalam upaya memastikan persediaan dan harga salah satu kebutuhan pokok di daerah itu tetap aman dan tidak melonjak drastis.

“Salah satu tujuan dari tinjauan pasar yang saya lakukan hari ini dan turut di dampingi Bulog Divisi Regional Aceh merupakan bagian untuk melihat langsung terhadap perkembangan harga beras di pasar," kata Salim di sela-sela meninjau langsung harga beras di pasar Peunayong Banda Aceh, Kamis (11/01/2018).

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog Aceh, Basirun serta turut serta Anggota DPRA, Bukhari, Ketua Perpadi Aceh, Darmawan, serta karyawan Bulog Aceh.

Anggota DPR asal Aceh itu menyatakan, bahwa persoalan harga beras sudah menjadi isu nasional dan dirinya sebagai wakil rakyat dari Aceh tersebut memiliki kepentingan besar dalam memastikan agar harga beras tidak terjadi lonjakan drastis di pasaran.

"Saya juga sudah mendengarkan penjelaskan Kadivre Bulog Aceh bahwa untuk stok masih mencukupi hingga bebera bulan mendatang dan bahkan melebihi hingga musim panen," kata Anggota DPR dari Fraksi Golkar tersebut.

Menurut dia, terkait persediaan dan harga beras memang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota dan juga provinsi sehingga masyarakat tidak khawatir dan menjadi beban baru terhadap adanya kenaikan harga beras.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Bulog Aceh, Basirun menyatakan, pelaksanaan operasi pasar beras medium dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan di pasaran dengan memasok beras tersebut kepada para pedagang dan juga titik pelaksanaan kegiatan OP.

"Kegiatan yang diselenggarakan di Aceh ini berdasarkan Surat Menteri Perdagangan RI nomor 31/M-DAG/SD/1/2018 tanggal 5 Januari 2018 tentang Pelaksanaan Stabilisasi Harga dan Pasokan Beras Medium," kata Basirun.

Ia juga menjelaskan, pelaksanaan OP CBP tersebut dilaksanakan 27 pasar/titik OP yang meliputi 75 toko/kios dan 21 Rumah Pangan Kita (RPK) di wilayah operasional Divre Aceh dalam upaya memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memperoleh beras murah tersebut.

"OP CBP ini akan terus dilaksanakan dan disesuaikan dengan permintaan dari masayrakat. Artinya dalam pelaksanaanya kita tidak membatasi jumlahnya dan ini dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Aceh," katanya.(ded/ded)

Komentar

Loading...